Recent opinions:

Agung Saprudin • 2019.03.29 10:15

Berapa pun angka nominal yang di korupsi nya ya tetap saja itu bentuk pelanggaran dan tetap harus di hukum

Desma Linda • 2019.02.14 21:09

Ya memanglah,yang namanya makan uang rakyat tetap saja korupsi.Sedikit,dikit lama-lama menumpuk

Rizki Adiputra • 2019.02.07 01:54

Bisa karena terbiasa. Kata itu sangat tepat untuk koruptor. Sebab apa? Karena, meteka bermula dari jumlah uang yang tak seberapa/receh, lama kelamaan menjadi ketagihan, lahi, lahi, dan lagi

Dandi Putra • 2019.02.02 23:02

Cuma 1 kalimat "kalau yang receh itu dianggap merugikan rakyat, why not ?, tetap korupsi. Harus dibasmi" Yg diambil hak rakyat. Konteks receh dalam pertanyaan harus diperbaiki. Saran saya saja

Kharisma Kartika Ayu • 2019.02.02 19:39

Ketika seorang pengemis berkamuflase menjadi seorang raja, inilah ajaibnya sebuah demokrasi. Ketika mereka, terutama para calon legislatif, meminta dukungan rakyat, mengemis suara rakyat, ketika mereka telah mendapatkan apa yg mereka mau, ketika mereka telah dapatkan kursi yg mereka inginkan, kemudian mereka membentengi diri dari rakyat, agar tak dikritik oleh rakyat. Dan dengan seenaknya mereka memakan uang rakyat, tanpa sadar padahal mereka memiliki tugas yang begitu signifikan sebagai wakil rakyat. Itulah tikus birokrat yang lupa diri. Ketika mereka terindikasi korupsi, mereka hanya diasramakan di sel mewah, bukan dihukum selayaknya yg kita tahu. Dan untuk lembaga yudikatif sendiri, tolonglah jangan mau untuk mengambil sebuah anggaran ilegal, yg hanya menguntungkan diri sendiri. Tetapi lihatlah koruptor bejat itu, mereka telah memakan uang rakyat, yang seharusnya uang itu digunakan untuk kepentingan yang signifikan, dan pembangunan Indonesia sejahtera.

Gheew Gheew • 2019.01.24 11:12

Korupsi adalah tindakan tak terpuji marilah suarakan merakyat jujur hati bersih😁

Cresensia Elkesia • 2019.01.19 15:24

Korupsi itu keji, dengan memakan uang rakyat, rakyat kecil sangat menderita sedangkan koruptor hidup berlebih padahal memakan uang haram Dan aku gamau pemimpin Indonesia korupsi lagi ataupun mantan koruptor yg meremehkan korupsi

Dhika Rachman • 2019.01.16 02:45

semuanya brengsek

Dhika Rachman • 2019.01.15 19:31

mungkin ini bisa jadi manifestasi dari kebiasaan buruk kita yg diawali dari hal sepele di masa lampau seperti berbohong kepada orang tua tentang biaya beli buku&lks atau berbohong pada teman sekelas yg menitipkan uangnya untuk membeli buku kepada kita tanpa mereka tau kita justru mengambil keuntungan dari hal itu dan lain sebagainya yg akhirnya menjadi pola pada diri kita dalam bertindak pada kesempatan di masa sekarang dan masa yg akan datang nantinya, terlebih lagi karna politisi adalah profesi pekerjaan yg orientasi dasar orang bekerja adalah uang, dan sistem mahar yg sudah menjadi hal lumrah dan menjadi budaya politik itu sendiri sehingga menuntut mereka untuk melakukan hal menyimpang ketika mereka terpilih untuk menutupi mahar itu sendiri yg mereka keluarkan kemarin dan sebelumnya sehingga dirasa menjadi hal yg tidak salah dan tabu lagi di beberapa kalangan yg mengerti sistem didalamnya itu sendiri, belum lagi kesepakatan dengan beberapa pihak, janji yg mereka kampanyekan akhirnya mereka terjerumus di lubang yg mereka gali sendiri tanpa kita tahu seperti apa ? mungkin justru itu hal yg akan kita lakukan juga di kondisi yg sama ? apakah tidak terlalu naif jika kita berteriak kebaikan tanpa kita sadar bahwa justru kebaikan itu sendiri kita langgar dengan diawali hal hal kecil yg kita tidak sadari itu ? jadi mungkin alangkah lebih tepatnya kita sebagai penerus mereka tetap meneriakan hal itu dengan diri sendiri terlebih dahulu sehingga kita secara tidak langsung menurunkan kemungkinan penyinpangan itu ketika kita berada di posisi mereka yg sekarang, saya rasa bangsa ini bangsa yg cerdas tapi sekaligus bangsa yg munafik jika kita meneriakan kebenaran tanpa melakukan kebenaran itu sendiri pada diri kita terlebih dahulu, jadi tetap lah perangi itu melalui diri kita sendiri terlebih dahulu agar konsep kejujuran itu tercipta karna kita sendiri dan akhirnya membentuk satu konsep yg dirasa harus dan perlu dilakukan oleh orang lain disekitar kita, kurang lebih itu pendapat saya tentang hal ini, mungkin lebih tepatnya tentang kejujuran itu sendiri yg menghasilkan beberapa aspek yg kita bicarakan ini terimakasih. kritik jika kurang tepat karna ini kali pertama saya bergabung dan bependapat disini dan saya rasa ini sangat membantu saya dalam bersosial dan berpendapat karna saya orang yg cenderung pendiam di kamar akhir akhir ini terimakasih telah memobilisasi orang orang seperti kami, sukses semuanya, salam

Dhika Rachman • 2019.01.15 19:25

mungkin ini bisa jadi manifestasi dari kebiasaan buruk kita yg diawali dari hal sepele di masa lampau seperti berbohong kepada orang tua tentang biaya beli buku&lks atau berbohong pada teman sekelas yg menitipkan uangnya untuk membeli buku kepada kita tanpa mereka tau kita justru mengambil keuntungan dari hal itu dll. yg akhirnya menjadi satu pola pada diri kita dalam bertindak pada kesempatan di masa sekarang dan masa yg akan datang nantinya, terlebih lagi karna politisi adalah profesi pekerjaan yg orientasi dasar orang bekerja adalah uang, dan sistem mahar yg sudah menjadi hal lumrah dan menjadi budaya politik itu sendiri sehingga menuntut mereka untuk melakukan hal menyimpang itu ketika mereka terpilih untuk menutupi mahar itu sendiri yg mereka keluarkan kemarin dan sebelumnya sehingga dirasa menjadi hal yg tidak salah dan tabu lagi di beberapa kalangan yg mengerti sistem didalamnya itu sendiri, belum lagi kesepakatan dengan beberapa pihak, janji yg mereka kampanyekan akhirnya mereka terjerumus di lubang yg mereka gali sendiri tanpa kita tahu seperti apa ? mungkin justru itu hal yg akan kita lakukan juga di kondisi yg sama ? karna pola yg sama yg diadopsi diatas itu, apakah tidak terlalu naif jika kita berteriak kebaikan tanpa kita sadar bahwa justru kebaikan itu sendiri kita langgar dengan diawalai hal hal kecil yg kita tidak sadari itu ? jadi mungkin alangkah lebih tepatnya kita sebagai penerus mereka tetap meneriakan hal itu dengan diri sendiri terlebih dahulu sehingga kita secara tidak langsung menurunkan kemungkinan penyinpangan itu ketika kita berada di posisi mereka yg sekarang, saya rasa bangsa ini bangsa yg cerdas tapi sekaligus bangsa yg munafik jika kita meneriakan kebenaran tanpa melakukan kebenaran itu sendiri pada diri kita terlebih dahulu, jadi tetap lah perangi itu melalui diri kita sendiri terlebih dahulu agar konsep kejujuran itu tercipta karna kita sendiri dan akhirnya membentuk satu konsep yg dirasa perlu dilakukan oleh orang lain disekitar kita, kurang lebih itu pendapat saya tentang hal ini, mungkin lebih tepatnya tentang kejujuran itu sendiri yg menghasilkan beberapa aspek yg kita bicarakan ini terimakasih. kritik jika kurang tepat karna ini kali pertama saya bergabung disini dan saya rasa ini sangat membantu saya dalam bersosial dan berpendapat karna saya orang yg cenderung pendiam di kamar akhir akhir ini, terimakasih telah memobilisasi orang orang seperti kami sukses untuk semunya, salam

Recent opinions:

Desma Linda • 2019.02.14 21:40

1.P.R.T harus meminta izin pada keluarganya 2.Harus ada jaminan keselamatan 3.Harus ada sertifikat keamanan 4.Keluaga P.R.T harus ada pertemuan dengan sang majikan 5.Harus ada perjanjiannya untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan

Sindy Aritonang • 2019.01.28 15:10

Asisten rumah tangga. Semua dimulai dr kata2 yg dipersepsikan salah. Mari ganti kata pembantu, pembokat, dsb menjadi asisten rumah tangga.

Cheltaa Limbong • 2019.01.17 16:09

PRT tetap harus di lindungi. Mereka juga punya hak untuk di lindungi.

Rosyida Ida • 2018.12.28 21:47

Naikkan derajat PRT, berikan jaminan keamanan dan kesehatan. Karna tak hanya PRT saja yg selalu dihina dan di caci, terkadang anak seorang pembantu juga menjadi korban pembullyan d sekolah, jadi tolong hargai para pembantu. Tanpa pembantu kalian bingung masak apa, bingung gimana repotnya bersihin rumah yg orang lain berantakin.

Salman Alfarisi • 2018.12.28 07:49

1. Pemerintah harus bertanggung jawab dengan cara menjaminkan hidup yang layak kepada keluarga PRT jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan (pembunuhan). 2. Pemerintah seharusnya memberikan training kepada para calon PRT supaya ketika para calon PRT sudah siap terjun langsung ia tidak akan melakukan kesalahan, kebanyakan PRT di aniyaya disebabkan karena kesalahan yang spele contoh: tidak bisa berbahasa bahasa diasal mereka bekerja, cara hidup orang pribumi dengan orang luar pasti berbeda. 3. Menangkap para PRT domestik yang ilegal dan di beri himbauan agar tidak melakukan perbuatannya lagi karena ketika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan pemerintah tidak akan mengetahuinya dan PRT pun pulang membawa luka bahkan nyawa.

Gracety Ginting • 2018.12.27 22:28

Memberikan jaminan perlindungan ham dan pemberian chip khusus untuk para pekerja yang diberi kekerasaan agar dapat mendeteksi kekejaman majikan

Imma Abidin • 2018.12.27 13:42

1. Tetapkan UMR untuk PRT 2. Tetapkan jam kerja maksimal 12 jam sehari 3. Berikan 1 hari libur setiap minggu 4. Segera ratifikasi konvensi PRT menjadi UU PRT

Zulfah Zulfah • 2018.12.27 13:15

Membuat hukum perlindungan pekerja rumah tangga dan menerapkannya

Recent opinions:

Muhammad Aldy • 2019.04.07 07:23

saya ngak tau siapa yang benar dan yang salah jadi saya ngak tau harus bilang kriminalisasi atau ngak, tapi akan lebih baik ngak harus ditahan, tapi diberi pengarahan saja. karena, dia adalah habib yang merupakan orang berpengaruh

Lolo Silalahi • 2019.02.04 16:24

Tidak setuju, simple aja orang ini menyebarkan kebencian dan menjelekan kepala negara serta melakukan kekerasan. Tidak perlu dilihat terlalu jauh, orang ini sudah bersalah.

Dandi Putra • 2019.02.02 23:15

Saya melihat kejadian ini dari 3 sudut pandang 1. Dalam sudut pandang agama. Hal ini sudah dijelaskan oleh imam Malik dalam kitabnya. "Jika seseorang mengaku2 sebagai habib/keturunan nabi dan menjelek2an habib. Maka hukumannya dihajar dan disebarkan dikhalayak umum. Bahasa sekarangnya diviralkan." Kalau dari sudut pandang ini habib belum salah. 2. Dari sudut pandang politik, ini seperti nya membuat panas saja. Apalagi jelas2 Habib Bahar bin smith tidak mndukung pak presiden sekarang. Dari awal banyak kesalahan yg dicari. Mulai dari isi konten ceramag. Jadi banyak asumsi dan pemikiran rakyat. Bagaimana cara membungkam orang yang tidak mendukung pemerintah sekarang. 50:50 ada yg Diuntungkan pemerintah sekarang ada juga habib Bahar bin Smith. Dan dari kedua sudut pandang tersebut Habib Bahar bin smith masih bisa dibilang diuntungkan. 3. Ini kenanya Habib Bahar bin Smith. Dalam segi hukum. Hukum Indonesia melarang kekerasan terhadap anak dibawah umur. Wlaupun yang diberi pelajaran itu umurnya 17 (udah baligh) tapi dalam sudut pandang ini beliau tetap salah. Telah ada undang undang yang mengatur. Karena uu aturannya mengikat. Jadi pantas saja Dihukum. Seperti itu menurut saya. Saya bertanggung jawab atas pendapat yg saya ajukan.

Fajar Isnanto • 2019.02.02 17:40

Kegoblogakan tak henti henti, mana ada seorang keturunan Nabi mengajarkan kekerasan, Nabi Muhamad SAW selalu mengajarkan kebaikan.

Sindy Aritonang • 2019.01.28 14:55

Tidak, provokasi yang mengandung kebencian dan perpecahan kesatuan bangsa memang perlu ditindak tegas. Ini negara Pancasila, bung.

Arie Mabat • 2019.01.23 18:19

Kalau dilihat dari sudut hukum pidana jelas merupakan tindak pidana karna melakukan kekerasan terhadap fisik orang (penganiayaan). Kalau ditinjau dari sudut politik apalagi sekarang masa-masa situasi yang cukup panas bisa saja ada unsur politiknya apalagi kalau dilihat ceramah-ceramahnya seringkali menyudutkan incomben. Andai habib bahar seketika deklarasi mendukung petahana bisa saja kasus nya redup.

Niko Nababan • 2019.01.23 12:17

Yah ngak lah,malahan kalau habib bakar keluar polisi mengingkari hukum dan polisi dapat dikatakan sebagai pembangkang

Kritikan Halus • 2019.01.23 07:59

Bukan kriminalisasi karan ada habib bahar terbukti bersalah danelanggar hukum dalam kasus penganiayaan. Sebenarnya kata diskriminalisasi ulama ini sering di kaitkan dengan kepentingan pelitik.

Desma Linda • 2019.01.19 17:09

Menurutku,iya karena beliau sama saja melakukan pelanggaran HAM

Yoga Pranata • 2019.01.19 12:47

Bukan sebuah kriminalisasi,karena ada proses hukum yang jelas..kenapa setiap ada kasus yang menjerat ulama selalu dikatakan kriminalisasi dan yg disalahkan pemerintah..kenapa dulu waltu habib rizieq dipenjara tidak ada yg mengatakan kriminalisasi,lihatlah proses yg sedang berjalan,jika tidak terima bisa melakukan banding,ikuti proses hukum yg berjalan,jgm gampang teriak kriminalisasi tanpa tahu kebenaran yg ada

Recent opinions:

Muhammad Anggoro • 2019.04.16 10:37

Adanya perlindungan terhadap perempuan sangatlah penting , maka dari itu harus di buatlah undang undang tersebut .

Gendis Risya • 2019.03.30 10:39

Tolong segera disahkan

mahbub ihza • 2019.03.30 06:30

tolong segera disahkan ruu pks

Aretas Batan • 2019.03.30 05:24

Musti banget disahkan segera nih

Sucy Febrianti • 2019.03.17 16:50

SEMOGA RUU PKS INI SEGERA DISAHKAN!

Sucy Febrianti • 2019.03.17 16:45

SEMOGA RRU PKS INI SEGERA DISAHKAN, SECEPATNYA!

Tri Nuryanto • 2019.02.18 00:31

Ikut mendukung ruu pks

Sifa Alzannha • 2019.02.16 07:59

Semoga RUU PKS segera disahkan...

Leto Leto • 2019.02.06 06:21

Mau jadi apa negara ini? Apakah DPR akan membebaskan kekerasan terhadap wanita di negeri ini??

Rahbar Kho • 2019.02.06 02:05

Berpijak dari kesadaran bahwasanya manusia memiliki hak yang sama untuk merdeka. Hukum dapat dijadikan alat kebebasan dan keterikatan. Kekerasan tetaplah kekerasan, kekerasan batiniyah yang dialami oleh perempuan, mengenai pelecehan seksual adalah suatu kekerasan yang terus menerus terjadi. Dewan perwakilan eakyat sebagai legislasi harus secepatnya mengambil sikap terhadap keresahan yang dialami oleh masyarakat.

Recent opinions:

Ryan Donoman • 2019.03.30 00:45

Kalo saya sih emg jelas seorang lelaki yang punya nafsu terhadap wanita. Sering saya melihat wanita2 yg berpakaian seksi. Jujur saja pikiran saya menjadi liar tapi saya punya kontrol diri utk tidak melakukan tindak asusila. Jadi intinya, bodo amat dengan bagaimana cara org lain berpakaian yang penting tetep kontrol diri adalah kuncinya. Nudies isn't sexual! Stay cool and cheeki breeki!

Desma Linda • 2019.02.14 21:57

Ada2 pnybb pakaian mmbwa bncna yaitu wnita brpakaian sexi,mngundng nfsu lki2.Trkadang yg dslhin kli2,bilngny lki2 g bisa jga pndngn,pdhl wnitany yg mngundng dan lki2 yg memng tdk bisa mnjga pndngnny,wlwpn wnita sudh brpakaian sopan krna lki2 trkadang imanny rpuh. Jd,untk wnita,brpkaianlh yg sopan,agar lki2 bisa mnjga pndngnny dan untk lki2,tundukkn sdkit pndngnny trhdp wnita krna trkadang wnita berpkaian sopanpun jd sasarn korbn pmrkosaan. Kuatkn imanmu,tahanlah nfsumu.

SYAHRULLAH - • 2019.01.02 01:49

Aku sedikit kecewa dengan model fashin yang sedang marak akhir-akhir ini. Aku berkuliah di UIN, mayoritas berpakaian muslim tetapi ya begitu. Banar mereka menggunakan kerudung, sangat islami tetapi busana lainnya terlalu ketat sehingga lekuk tubuhnya tampak. Sebagai lelaki normal tentu menambah bergairah menampakan semacam itu. Untuk saat ini, aku lebih baik melihat perempuan yang tidak berbusana muslim daripada melihat perempuan berbusana muslim seperti yang saya katakan Apabila dikerucutkan akar permasalahannya terletak pada setiap individu yang ingin menjadi objek perhatian. Barangkali dengan berpakain demikian menjadi pusat peehatian. Padahal sudah banyak wadah bilan ingin mengekpresikan diri tanpa perlu seperti itu

Teguh Rm • 2018.12.31 17:28

pakai baju yang sopan ja dehhhh, mau terlihat cantik atau sexi itu bukan dari apa yang kamu pakai tpai bagaimna kecerdasan intlektual wanita itu muncul...dan sangat ngaruh bnget pandangan kaum ada ketika wanita pake bju sexi dan pakaian normal. paling tida cara kaum hawa membantu agar tidak terjadi kekerasan seksual terjadi maka jagalah auratnya......

Andreas Nugroho • 2018.12.30 23:41

Revolusi mental. Dengungkan dan keraskan aksi untuk indonesia berprestasi. Langkah awal hargai busana lokal sendiri. Disetiap busana lokal ada nilai moral melekat. Mencintai tradisi bukan berarti menghindari modernitas. Karena dr tradisional itula awal modernitas terjadi. Indonesia Hebat.

Barly Vici • 2018.12.30 14:00

Tergerusnya ruang gerak perempuan. Bahkan perempuan yang sudah memakai cadar tetap saja ada yang menjadi korban pelecehan sexual. Baiknya, para laki2 juga harus menjaga hasrat sexualnya, jangan hanya meyalahkan sayu pihak dalam hal seperti ini.

Kerina Adji • 2018.12.29 03:57

kita hidup dijaman modern dimana berpakaian mengikuti tren, setiap orang memiliki tingkat kepercayaan diri berbeda dalm hal berpakaian terutama wanita. Jika wanita cenderung mngunakn pkaian terbuka brarti ia mmiliki tgkat kprcayaan dri yg tinggi lantas salahkah wanita yg brpakaian terbuka dn apakah faktor utama terjdinya pelecehan semata2 krna pakaian yg dikenakan? dari maraknya kasus yang trjadi pelecehan dpat trjadi dimanapun, kapanpun dn pada siapapun bukn semata2 krna pkian yg dikenakan, orang dgn pakaian tertutup skalipun dpat mngalami pelecehan.

Andriyan Niken • 2018.12.28 10:05

Assalamualaikum wr.wb.. Apakah pakaian membawa bencana? Menurut saya, terlepas dari tertutup atau tidaknya pakaian tergantung dari cara pandang dan pola pikir kita. Di jaman sekarang ini,, wanita yang sudah benar benar berpakaian sopan dan tertutup pun masih kerap mendapat pelecehan. Lalu yang mana yang bisa kita salahkan jika hal demikian saja masih terjadi? Yang salah bukan pakaiannya, namun pandangan dan pola pikir serta mental kita yang rendah. Seseorang yang berintelegen tidak berpokir demikian.

Evi Ilhami • 2018.12.28 05:40

Menurut saya, busana itu hanya sebagai faktor penambah dalam kekerasan seksual di masyarakat yg faktor utama penyebabnya yaitu maindset yg di miliki oleh laki-laki yg tidak dapat di kontrol yg membuat tindakan kekerasan terhadap perempuan terjadi, jika busana adalah faktor utama dlm penyebab terjadinya pemerkosaan bagaimana kita menjelaskan ketika orang yang menggunakan busana syar'i pun tidak luput dari tindakan pemerkosaan. Jika ini di katakan sebagai ketidakadilan gender memang iya, karena perempuan hanya di jadikan objek pelampiasan kekerasan seksual bagi mindset laki-laki yg tidak punya moral

Rosyida Ida • 2018.12.28 00:22

Menurut pendapat saya, busana memang dapat menyebabkan bencana. Untuk itu, sebagai kaum hawa setidaknya dapat berperilaku bijak. Jangan mengundang jika tidak ingin menyajikan hidangan. Perlu kesadaran dari diri sendiri tentunya bahwa berpakian yg sopan tidak membuat kita terlihat norak atau yg lainnya. Kalian bisa menggunakan baju sopan yg ttp mengikuti trend fashion yg berlaku. Dan sekali lagi perlu d tegaskan, pembatasan pakaian ini bukan termasuk ketidak adilan gender. Jangan pernah berpikir "ish.. jadi perempuan gak enak, gak boleh pakai baju ini itu" malah sebaliknya, ini adalah suatu keadilan gender dlm segi keamanan dan kenyamanan bagi perempuan. Adil tak harus bersikap sama dengan lawannya. Adil bisa dgn cara apa saja asal mendapat tujuan yg sama. "Trus baju baju you can see nya knapa masih d jual bebas?" Baju tersebut tdak diartikan d larang mamakai ataupun menjualnya, boleh di gunakan di depan mahramnya, sepert suaminya dgn tujuan agar tdak tertarik wanita lain.

Recent opinions:

Ryan Syaputra • 2019.04.07 01:45

Bagi saya sih ber Poligami oke oke saja, namun tolong deh kalo mau Poligami itu harus siap untuk menanggung konsekuensi daripada ber Poligami. Yg utama sih harus siap dari segi finansial (duit) karena mempunyai Istri lebih dari 1 berarti tanggungan nya pun lebih berat. Kalo masih kerja penghasilan pas pas an atau miskin mending ga usah ber Poligami, ujung ujung nya cuma nyusahin anak dan istri saja. Gausah mikirin pahala dari ber Poligami kalo gabisa nyesesaikan tanggungan yg jelas udah ada sebelum ber Poligami.

Desma Linda • 2019.03.31 11:43

Bg saya,poligami dlm Islam hkumny sunah krna t ajarn dari Rasulullah S.A.W.Tp,sebaikny jgn dilakukn krna dpt mlukai prasaan prmpuan.Semua t trgantung dari tanggpn msing2.

Ryan Donoman • 2019.03.30 00:57

Setuju! Saya punya beberapa teman yang orang tuanya berpoligami dan akhirnya mereka sering dibully oleh teman-teman nya. Dan hinaan-hinaan yang tertuju kepada beberapa teman saya ini kerapkali tak berdasar dan menyakiti hati. Contohnya "Eh bokap lau sange an ye?!" , " Berarti klo di rumah lau ada threesome dong?" dll. Saya aja yg denger aja ngerasa sakit hati apalagi mereka yg ortunya berpoligami. Jadi, saya setuju dengan PSI karena kasian anak-anak hasil poligami. Walaupun Islam memperbolehkan Poligami, tetap saja monogami tuh yg terbaek! Tuhan menciptakan Adam dan Hawa bukan Adam, Hawa, Rukmini, Syarifah dll. Peace fellas and always use ur brain not ur di*k! hehehe

Dandi Putra • 2019.02.02 23:27

1. Poligami termuat dalam syariat islam. Kata islam 4 boleh. Tapi kalau tidak bisa berlaku adil cukup 1 saja. 2. Poligami juga termuat dalam UU di Indonesia. Jadi Poligami tidak dilarang sama sekali. Yang dilarang itu poligami yg hanya berlandaskan nafsu serapa belaka. Kalau tidak bisa berlaku adil. Mendingan jangan. Nabi berpoligami ada tujuannya. Coba lebih sering baca sejarah. Dan minum Aqua. Biar kembali konsentrasi dan fokus. Hehe

Riska Noer Zaitun • 2019.01.03 16:43

Untuk teman-teman

ahmad suyuti • 2018.12.20 15:40

Undang-undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974 memperbolehkan poligami karena segala hukum positif yang berlaku di Indonesia berlandaskan konstitusi dan pancasila. dimana dalam konstitusi kita, menjamin warga negara untuk memeluk dan melaksanaan perintah agamanya. poligami berdasarkan hukum islam adalah sesuatu yang diperbolehkan apabila telah terpenuhi syarat-syaratnya. apabila PSI berhasil merubah UU No. 1 Tahun 1974 dan melarang poligami, maka UU Perkawinan yang baru tersebut dapat dikategorikan sebagai bertentengan dengan konstitusi dan potensial sangat mungkin dibatalkan pada uji materi di Mahkamah Konstitusi. jadi pendapat saya, PSI tidak perlu melaksanakan cita-citanya tersebut karena tergolong inkonstitusional.

Khildan Ramdhani • 2018.12.20 11:37

Mungkin menurut saya poligami itu Sunnah bagi yang mampu, sebagaimana di dalam Q.S. An-Nissa:3. Firman Allah: “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilama kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”.

Hardy Sungkang • 2018.12.20 07:29

poligami adalah salah satu persoalan moral masa kini. karena itu, saya sangat mendukung gerakan ketua umum parta solidaritas indonesia yang dengan tegas menolak poligami bagi penjabat-pejabat publik. karena demikian, apabila terdapat oknum pejabat publik yang berpoligami maka kehancuran terhadap fondasi dasar negara akan runtuh. mengapa demikian, persoalan-persoalan dalam ranah privat terlebih khusus dalam ranah domestik selalu mencuat di permukaan. karena itu, saya tegaskan dan sarankan untuk stop poligami. khusus bagi pejabat publik. berilah contoh yang terbaik secara moral bagi masyarakat umumnya. tingkahlaku anda adalah cerminan konsistensi negara yang mapan. salam

Irwan Suwandi • 2018.12.19 15:52

Poligami adalah hak yang diberikan kepada laki laki untuk mempunyai istri lebih dari satu, selagi masih mampu berlaku adil terhadap anak dn istri istrinya sebelumnya. Poligami memng tidak merugikan sesorang secara fisik apalagi pada saat suami ini mampu berlaku adil namun hal yang harus diperhatikn disini adalah psikis seorang anak dan istri apabila suaminya atau ayhnya akan menikah lagi, terkhusus untuk seorang pejabat publik yang namnya dikenal dan dinggap sebagai panutan dalam masyarakat, dan tidak ada yang bisa menjamin tidak muncul penilaian buruk dari masyarakat yang nantinya akan semakin mengancam psikis seorang anak dn istri dri pejabat publik itu sendiri. Hal ini menyebabkn munculnya kerugian untuk perempuan yang akan dimadu dn anak yang ayahnya akan menikh lagi. Karena prespektif atau penilain masyarakat sngat berpengaruh terhadap tumbuh kembang psikis seorng anak. Sehingga saya yakin dan setuju dengan langkah yang dilkukn oleh psi.

Niswatul arifah • 2018.12.19 08:29

saya sangat setuju dengan PSI karna saya sangat membenci poligami korban poligami yg paling tersakiti bukan istri tapi anak,karna anak dari istri pertama itu mungkin akan dendam dengan anak istri kedua padahal anak dari istri muda sama sekali tak punya salah tapi banyak dari mereka kena bullying dari anak istri pertama atau orang lain.. saya tidak mengecap semua anak dari istri pertama akan berlaku jahat,hanya sebagian besar mereka yg tidak terima ayahnya menikah lagi akhirnya melakukan bullying terhadap anak istri kedua oleh sebab itu saya sangat tidak setuju dengan poligami opini saya ini berdasarkan fakta yg saya alami sendiri.