Yang Perlu Kamu Pahami tentang AG 2018

Tahukah kamu Indonesia menunggu lebih dari setengah abad untuk menjadi tuan rumah Asian Games.

Terakhir dan pertama kali menjadi tuan rumah Asian Games, Indonesia masih dipimpin Presiden Soekarno. Terakhir kali Indonesia bertindak sebagai tuan rumah Asian Games (AG), yaitu pada 1962. Itu berarti 56 tahun yang lalu saat negeri ini masih dipimpin Presiden Sukarno. Lebih dari setengah abad, Indonesia dilewati begitu saja. Padahal Thailand, negara tetangga di kawasan Asia Tenggara sudah empat kali jadi tuan rumah (1966, 1970, 1978, dan 1998). Mosok kalah, iya kan?

Karena itu, keberhasilan pemerintah Indonesia melobi dan meyakinkan Dewan Olimpiade Asia (OCA) pada 2014 patut kita apreasiasi bersama. Pasalnya, Indonesia secara meyakinkan menyisihkan dua negara potensial yang juga mengajukan diri, yaitu Vietnam dan Uni Emirat Arab. Indonesia pun sah menjadi tuan rumah AG 2018.

Asian Games sebagai Nation Building

Kalau di antara kamu menganggap AG adalah sport entertainment, itu tak salah. Memang faktanya, di sini kamu bisa menyaksikan pertandingan seru dari berbagai cabang olahraga. Terutama menyaksikan atlet-atlet kebanggaan Indonesia beraksi.

Namun AG tak sebatas ajang olahraga dan hiburan. Ajang olahraga empat tahunan ini punya agenda yang lebih luas sejak diselenggarakan pertama kali pada 1951 di New Delhi, India. Yaitu sebagai alat diplomasi untuk menggalang solidaritas antarnegara Asia.

Lalu, saat Indonesia menjadi tuan rumah, Presiden Soekarno pun menjadikan AG sebagai medium untuk memperkuat nation building dan menumbuhkan kebanggaan nasional. Berikut petikan pidato Soekarno pada pembukaan AG saat itu.

"Revolusi keolahragaan kita adalah sebagian daripada nation building Indonesia, revolusi kita untuk membentuk manusia baru Indonesia, antropologis, rasial, adalah sebagian daripada nation building Indonesia. Pendek kata, Saudara, kita ini sekarang semuanya memikul tugas besar yang di dalam satu perkataan dinamakan nation building.”

Pemersatu Bangsa

Melanjutkan apa yang dimulai Soekarno, Wakil Presiden Jusuf Kalla pun menjelaskan arti pentingnya AG untuk Indonesia. Menurut Kalla, event olahraga terbesar se-Asia ini penting untuk mendorong sinergi seluruh kekuatan bangsa Indonesia.

Dengan menyukseskan perhelatan ini, pemerintah berharap AG menjadi ajang pemersatu semua elemen bangsa yang belakangan harus diakui terjadi gesekan-gesekan menjelang Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Belum lagi permasalahan lain seperti isu terorisme yang kembali menyeruak.

Sekarang, paham kan pentingnya event olahraga terbesar se-Asia ini untuk kita? Yuk teman, sukseskan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, 18 Agustus 2018 mendatang.

Punya opini soal topik ini?

Tanggapan pendukung

Anonymous wrote: Good! We are all one!
14-02-2019, 15:44