Tania yang Kalau Saja Bukan Laena

Nama: Tania Laena Putri, B.SC

Dapil: DPRD Prov. Jawa Barat VIII (Kota Bekasi dan Kota Depok)

Partai: Golkar

Setelah puluhan kali unboxing, satu hal yang kami temukan adalah banyak betul anak-anak pejabat yang nyaleg. Kalau kebetulan kamu perhatikan, unboxing kami banyak membahas anak pejabat, itu semata-mata kebetulan belaka.

Pun unboxing kali ini menampilkan Tania Laena, yang ternyata anak pejabat. Padahal bukan kami yang memilih perempuan cantik ini untuk di-unboxing. Nama Tania muncul ke meja penulis setelah diusulkan follower TR di Instagram.

Tapi baiklah. Demi memenuhi request pemirsa untuk meng-unboxing Tania, marilah kita berseru, Indonesia bersatu. Hiduplah Tanahku. Hiduplah negeriku.

Malah nyanyi. Bukannya unboxing. Kuy ah.

What's in The Box

Berdasarkan data di website Komisi Pemilihan Umum, Tania lahir di Jakarta, 26 Desember 1991. Artinya saat ini ia baru berumur 26 tahun. Muda banget.

Di laman KPU, tercatat pula status perkawinan Tania masih "belum kawin." Tuh, teman-teman di Bekasi dan Depok, Jawa Barat, ayo bantu Tania kampanye. Siapa tahu kan ya Tania khilaf. Cantik loh.

Gak cuma berwajah ayu, riwayat pendidikan Tania juga tak kalah mentereng. Masa SD dan SMP dihabiskan Tania di lembaga pendidikan Al-Azhar. Sayang tak diketahui SD-SMP Al-Azhar mana. Mesir kali.

Yang hebat, Tania melanjutkan studi ke SMA Negeri 8 Jakarta. Buat anak di luar Jakarta, FYI yah, SMAN 8 Jakarta itu salah satu sekolah terfavorit di Ibu Kota. Di zaman tanpa zonasi saat itu, anak-anak pintar se-Jakarta (mungkin Bekasi dan Tangerang juga) berebut masuk sekolah ini. Nah, di sini pun Tania masih mampu meraih nilai rata-rata tertinggi kedua di Kelas International Humanity.

Dari data SMAN 8 Jakarta juga kami menemukan bahwa sebenarnya Tania diterima di jurusan Antropologi Sosial Universitas Indonesia. Namun belakangan Tania memilih kuliah di luar negeri, yaitu di jurusan teknik mesin Fachhocbschule Lubeck, Jerman.

Entah sekolah bergengsi atau tidak. Tapi dari nama "Fachhocbschule" artinya semacam politeknik. Yang jelas, Fachhocbschule Lubeck bukan termasuk Top 10 universitas di Jerman. Mungkin yang ke-11.

Tania merampungkan studinya di Fachhocbschule Lubeck pada 2017. Selama di Jerman Tania juga sempat bekerja di beberapa perusahaan seperti di grup perusahaan penerbangan Airbus bidang capital expenditure dan di Hella KGaA Hueck & Co di bidang purchasing & quality.

Di Tanah Air, titel Tania juga lumayan banyak. Salah satunya adalah Ketua Yayasan Laena International College. Yayasan ini menaungi SMP dan SMA Alexandria Islamic School di Bekasi, Jawa Barat, dengan konsep boarding dan full day school.

Selain itu, Tania juga tercatat sebagai CEO Laenaco Group (bidang travel haji dan umrah) dan Wakil Bendahara Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI), sebuah organisasi underbow Golkar.

Seperti bisa ditebak dari nama yayasan dan perusahaan yang dipimpinnya, Tania adalah anak dari Idris Laena. Ia adalah politisi senior dari Golkar yang sekarang duduk di kursi Komisi VI DPR RI. 

Bidang politik memang sudah menjadi profesi keluarga. Paman Tania, almarhum Azhar Laena juga mantan Ketua DPRD Kota Bekasi dari partai yang sama. Bahkan saat ini sang adik, Astrid Laena pun sama-sama menjadi caleg dari partai yang sama. Bedanya, Astrid berlaga di level DPRD Kota Bekasi.

Pros

Walau tak terlalu bijak, boleh-boleh saja sih agak sinis (baca: iri) dengan orang kaya seperti Tania. Tapi, kecerdasan rasanya tak bisa dibeli dengan uang deh. Seperti kesuksesan Tania yang berhasil menembus SMA favorit di Jakarta dan diterima di UI (walau tak diambilnya).

Dari pencapaian ini, kita bisa menebak Tania bukan tipe pemalas. Setidaknya itu modal yang baik untuk jadi wakil kita di parlemen.

Tania juga masih muda. Terlalu muda malah. Tapi mungkin berbagai jabatan di organisasi dan perusahaan pemberian sang ayah, bisa jadi membuat kedewasaan Tania melebihi umurnya.

Cons

Ayah, paman, sampai adik semua terjun ke politik. Memang tak ada aturan yang dilanggar sih. Tapi menurut kami di TR sih, politik di Indonesia sebisa mungkin jangan dikuasai keluarga-keluarga tertentu saja. Bagaimana bisa buat kebijakan berkualitas kalau dalam proses pengambilan keputusannya tak lebih dari reuni keluarga?

Apalagi sang ayah, Idris Laena juga bukan politisi yang bersih dari berita miring. Dahlan Iskan, saat menjabat Menteri Negara BUMN, pernah menuding Idris memeras perusahaan dua perusahaan BUMN. Dengan menggunakan kekuasaannya sebagai anggota DPR, Idris dituduh memeras PT Garam dan PT PAL. Kasus ini pun sempat dilaporkan ke Badan Kehormatan DPR, namun belakangan Idris membantah semua tudingan.

Conclusion

Tania punya prestasi dan rekam jejak pribadi yang bagus. Tapi setelah mengetahui latar keluarga sih TR setengah hati mendukung Tania. Bahkan sekadar maju jadi caleg saja (apalagi bareng adik), kami gak senang. Apalagi kalau nanti benar-benar terpilih.

Karena seperti kata penyanyi Iwan Fals, DPR bukan kumpulan teman-teman dekat, apalagi sanak famili. Kami khawatir sirkulasi kepemimpinan di negeri ini, ya nantinya dikuasai keluarga itu-itu saja. Indonesia jadi oligarki dong? Males banget. Amit-amit.

Seperti kami yang ogah dukung Tania, sebaiknya kamu yang berdomisili Kota Bekasi dan Depok juga tak memilih perempuan berjilbab ini. Dijajaki jadi teman hidup sajalah. Hahaha. Maunya elu itu mah.

***

Penilaian dalam unboxing ini berdasarkan hasil penelusuran Tim TR dari berbagai sumber. Kalau kamu punya informasi lebih yang belum kami sebutkan, tulis di kolom komentar sebelah kanan. Nanti tulisan akan kami update. Sebagai penghormatan, tentu saja nama kamu akan kami tulis sebagai narasumber. Setelah itu kamu boleh loh banggain kontribusimu dengan share tulisan ini di sosmed kamu. Biar teman kamu juga gak bingung lagi apa yang harus mereka pilih. Yuk saling bantu jadi pemilih cerdas.

Baca Unboxing Caleg lainnya:

Anggap Ardima Putra sebagai Manusia, Titik

Yuk, Diskusi soal Tania di sini

Tanggapan pendukung

indah rahayu wrote: semoga saja bisa membawa kesejahteraan
17-04-2019, 14:32
indah rahayu wrote: semoga saja bisa membawa kesejahteraan
17-04-2019, 14:32
maharani septiana wrote: 1 almamater lah ya
17-04-2019, 14:15
jacky anugrah wrote: semoga saja mbak nya bisa mengubah opini orang orang menjadi positif ya amin
17-04-2019, 01:57
aldi octivani wrote: wahhh CEO nih
17-04-2019, 00:17
D C wrote: semoga saja berbeda yah dari anak pejabat pejabat pada umumnya dan membawa kesejahteraan buat kita
16-04-2019, 02:57
miko anugrah wrote: #unboxingakuntemanrakyat
16-04-2019, 02:53
iwan setiawan wrote: harus beda sama kerabatnya yang lain
15-04-2019, 20:51
hendra chandra wrote: semoga yang ini beda kerabatnya yang lain
14-04-2019, 22:20
intan permata wrote: Anak pejabat gak harus jadi caleg tau. Kenapa gak jadi yang lain aja, kak?
14-04-2019, 22:16
Rafid Wastuti wrote: Nepotisme dong berarti?
13-04-2019, 18:05
mira ardini wrote: #unboxingakuntemanrakyat
09-04-2019, 19:24
steven halim wrote: wah sudah cantik, punya jiwa kepemimpinan yang sudah terbukti lagi. mantap
03-04-2019, 18:10
Wisnu Surya wrote: Cukup membantu.
27-03-2019, 10:52
Teman Rakyat wrote: Dear @IpanNurpalah, karena... harta yang paling berharga adalah keluarga.
21-03-2019, 17:58
Teman Rakyat wrote: Halo @AkhdanAmanullahMuslim Aashhiaapp Teman :)
21-03-2019, 17:58
Akhdan Amanullah Muslim wrote: #unboxingakuntemanrakyat
18-03-2019, 11:19
Ipan Nurpalah wrote: Kejujuran kesopanan lah yang akan terpancar di bumi pertiwi indonesia bukan soal kecerdasan atau harta tahta
17-03-2019, 13:41