Riezky Delastama, Anak Selatan? Lalu?

Nama: Riezky Delastama
Dapil: DPRD DKI 7 (Kota Jakarta Selatan: Kec. Setiabudi, Kec. Kebayoran Lama, Kec. Cilandak, Kec. Kebayoran Baru, Kec. Pesanggrahan.
Partai: PKPI

Sebagus apapun slogan kampanye, memang pada akhirnya kualitas si caleg yang lebih menentukan. Tapi tentu saja, slogan yang membosankan atau sekadar kata-kata normatif seperti "melayani rakyat" tidak sama efektifnya dengan moto yang unik. Setidaknya, slogan yang tak lazim sudah memenangkan pertempuran menarik perhatian.

Seperti slogan yang dibuat caleg Riezky Delastama yang akan kita unboxing kali ini. Setidaknya kata-kata "Anak Selatan" yang dipakai Riezky berhasil mencuri perhatian meja redaksi Teman Rakyat.

Tapi slogan bagus, isinya keren gak? Coba deh kita telusuri caleg DPRD Provinsi Jakarta dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ini. Which is Riezky bertarung di Dapil Jakarta 7 yang meliputi Kota Jakarta Selatan. So, basically it's literally for anak Jaksel mulai dari Setiabudi, Kebayoran Lama, Cilandak, Kebayoran Baru, dan Pesanggrahan.

What's in The Box

Riezky lahir di Jakarta, 11 Desember 1986. Artinya Riezky baru berumur 32 tahun ini. Meski lahir di Jakarta, pendidikan dasar dijalani Riezky di Denpasar, Bali. Sementara jenjang sekolah menengah atas dihabiskan di SMUN 1 Semarang, Jawa Tengah.

Dalam blog pribadinya riezkydelastama.blogspot.com (yang isinya cuma satu tulisan itu), Ekky-demikian ia biasa dipanggil-mengaku sudah tertarik dengan politik sejak kecil. Entah sejak usia berapa dia suka politik. Tapi sejak SMA, Ekky memang aktif dalam berbagai organisasi. Termasuk menjadi pengurus OSIS dan Kepala Subdivisi dan Olahraga Breakdance (mungkin kelompok ekskul kali ya?).

Ekky juga mengaku terlibat dalam berbagai kepanitiaan event musik berskala nasional. Di tim panitia, Ekky selalu menempati jabatan hubungan masyarakat (PR). Mungkin hal itu pula yang membuatnya kemudian memilih kuliah di London School of PR (LSPR) Jakarta. Untuk gelar master, Ekky melanjutkan studi di Universitas Paramadina jurusan Political Communications.

Ekky juga membanggakan Twolalite, komunitas pehobi otomotif yang ia dirikan di Semarang. Menurutnya, ia membangun komunitas ini dari nol hingga kemudian besar, terkenal, dan meraih banyak penghargaan.

Lalu saat di Jakarta, Ekky aktif di Pemuda Pancasila, yang ia tulis sebagai organisasi massa terbesar di Indonesia. Terbesar apanya ya? Kalau terkait jumlah anggota, ormas terbesar di Indonesia masih Nahdlatul Ulama.

Ekky juga pernah menjabat Ketua Pengurus Daerah DKI Jakarta Tunas Indonesia Raya (Tidar). Tidar adalah sayap organisasi kepemudaan Partai Gerindra. Ia juga tercatat pernah menjadi Ketua Generasi Muda Kosgoro Jakarta (underbouw Golkar).

Sementara di PKPI, Ekky menduduki posisi Ketua Bidang Kepemudaan Dewan Pimpinan Nasional PKPI. Di PKPI, Ekky juga bukan orang sembarang. Setidaknya ia dipercaya sebagai bagian dari Tim Staf Khusus Presiden.

Selain aktif di organisasi, Ekky juga memiliki jiwa entrepreneurship. Ia mengaku memiliki sebuah agensi yang menyediakan jasa sales promotion girl (SPG) dan usher. Ah jadi pengen temenan sama Ekky. Klien yang pernah memakai jasanya termasuk Bakrie Brothers Group dan TVOne. Mantul.

Seperti anak muda lainnya, Ekky aktif di sosial media. Terutama di Instagram (@rdelastama). Dilihat dari postingan Ekky di Instagram sih, terlihat betul lelaki berbadan subur ini memang bersemangat sekali dalam kegiatan berpolitik. Termasuk memoles citra diri dengan rajin selfie dengan tokoh-tokoh politik nasional. Mulai dari Surya Paloh, Megawati Sukarnoputri, Erick Thohir, Ganjar Pranowo, hingga Presiden Joko Widodo (beberapa kali malah).

Khusus untuk pendukungnya, Ekky juga membuat akun instagram @pasukanriezkydelastama (PRD). Tapi mendingan follow akun pribadinya sih. Habis, follower @pasukanriezkydelastama (sampai tulisan ini disusun) cuma 251 orang. Masih sepi.

Pros

Yang jelas Ekky punya semangat berkarier di bidang politik yang sudah belia. Itu bagus. Semangat itu juga terlihat dari postingan Ekky di sosial media tadi.

Mengapa kami suka dengan orang yang bersemangat aktif di politik sejak muda dan niat banget berkarier di politik? Karena (kemungkinan besar) mereka percaya "politik" sebagai tempat mengaktualisasikan dirinya. Bukan pebisnis yang masuk politik karena ingin melindungi perusahaannya dari berbagai "gangguan." Bukan pula artis yang memanfaatkan sisa-sisa kepopulerannya untuk menjaring suara. Tapi betul-betul niat berprofesi menjadi politisi dengan segala kekurangannya.

Di PKPI, Ekky juga ikut aktif mendukung perkembangan e-sport. Menurut Ekky, PKPI serius mendukung e-sport. Dukungan tersebut bukan sekadar gimmick politik untuk menarik perhatian anak muda. Buktinya, kantor DPN PKPI punya e-sport corner yang terbuka untuk umum.

Yah mudah-mudahan setidaknya Ekky dan kawan-kawan gak ikut-ikutan MUI yang saat ini tengah mempertimbangkan untuk mengeluarkan fatwa larangan bermain PUBG.

Cons

Sayangnya, ada bagian dari diri Ekky yang masih terasa seperti politisi tua. Salah satunya beromong besar (baca: membual). Seperti saat menyebut Pemuda Pancasila sebagai ormas terbesar. Kami tak akan kagetlah kalau Ekky doyan mengklaim prestasi ini itu.

Sikap ini, bisa jadi tanpa sadar diserap Ekky dari lingkungan pergaulan dengan politisi-politisi senior.

Ekky juga penulis yang buruk. Perhatikan saja tulisan Ekky di blog pribadinya itu. Banyak tata bahasa Indonesia yang ditabrak Ekky tanpa jelas maksudnya apa. Salah satu kesalahan yang paling sering Ekky lakukan adalah menganggap tanda baca koma (,) sebagai titik (.).

Sebagai calon pejabat, sudah sepantasnya Ekky belajar lebih keras berbahasa Indonesia tulisan yang baik dan benar.

Lalu yang lebih penting, kami tak menemukan maksud yang jelas dari pilihan slogan Ekky, "Anak Selatan." Dari berbagai publikasi maupun postingan Ekky di media sosial, tak ada tuh yang bisa kami simpulkan sebagai nilai-nilai "Anak Selatan." Setidaknya, tak jelas bagi kami.

Memangnya seperti apa "Anak Selatan" itu? Kalau maksudnya merujuk cara bicara anak Jakarta Selatan (kebetulan dapilnya Ekky) yang hobi campur keminggris nan wicas-wicis actually basically like literally, bukankah itu sesuatu yang buruk? Gak jelas nih Ekky.

Conclusion

Tak mudah menyimpulkan apakah Ekky pantas jadi anggota DPRD DKI. Positif dan negatifnya sama-sama kuat. Pengalaman berogranisasi Ekky cukup kuat dan membuat dirinya sering bergaul dengan politisi senior. Tapi di waktu bersamaan, justru pergaulannya itulah yang kayaknya membuat Ekky terbiasa dengan kebiasaan buruk politisi lama.

Jujur, Ekky belum punya catatan jelek selama berkiprah di bidang politik. Tapi kami males dengan gaya Ekky jualan slogan kosong.

Kamu Anak Selatan Juga?

Tanggapan pendukung

delia gultom wrote: literally banget
17-04-2019, 14:43
auzy hamdi wrote: slogannya masih terlalu general ya
17-04-2019, 13:49
lavina rini wrote: jualan slogan asal jangan cuma jadi wacana doang yak
17-04-2019, 13:21
arieh safieh wrote: semoga saja bapak bisa mengerti anak muda dan juga memberikan kesejahteraan
17-04-2019, 01:55
firdaus oktavia wrote: semoga pengaruh yang buruknya bisa lepas
17-04-2019, 00:27
aman nanda wrote: semoga bapak bisa mendengar suara suara anak muda dalam membawa kesejateraan rakyat ya
16-04-2019, 02:53
maria elizabeth wrote: Klo kampanye suka pake bahasa "anak selatan" dong ya
15-04-2019, 11:31
intan permata wrote: Berarti suka ngomogn "literally" nih bapaknya.
14-04-2019, 22:16
Galih Anggraini wrote: Anak selatan biasanya identik sama anak gaul... Mudah-mudahan bisa dengerin omongan anak muda...
13-04-2019, 16:34
Teman Rakyat wrote: @deden ismail: Terima kasih ya :)
10-04-2019, 14:02
deden ismail wrote: semoga sukses pak
09-04-2019, 19:23