Puan Maharani, Putri Bos Besar PDIP

Nama: Puan Maharani

Dapil: DPR RI Dapil Jawa Tengah 5

Partai : PDIP

Oleh : Fardan Zahidu

TR ID : Fardan Zahidu

Dari seluruh caleg yang ada di dapilku, cuma Puan ini yang pernah kudengar namanya. Jadi ya, kalo mau nge-unboxing baru bisa ini dulu hehehe. Menariknya, Puan ini pernah jadi anggota DPR dari dapil Jawa Tengah 5 juga pada periode 2009-2014. Dan kini mencoba lagi di tempat yang sama. Masih layakkah dipilih dan jadi terbanyak lagi? Tapi ya semoga bisa jadi bahan pertimbangan di masa tenang yang membingungkan bagi para swing voter.

Bagi basis massanya atau yang mengamati PDIP, pasti tau lah kalo Puan anaknya Megawati Soekarnoputri a.k.a Mantan Presiden ke-5 Indonesia a.k.a Bos Besar PDIP. Dari berbagai media yang saya baca, banyak keputusan" PDIP yang berubah 180 derajat ketika Bu Mega berbicara. Kalau orang Jawa pasti tahu "sendiko dawuh", ya begitulah. 

What's in the Box

Puan lahir di Jakarta, 6 September 1973 sebagai anak pertama dari pasangan Taufik Kiemas dan Megawati Soekarnoputri. Sejak kecil, Puan tidak lepas dari suasana politik. Simbol-simbol negara, lambang partai menjadi pemandangan sehari-hari dan ia sudah terbiasa mengalaminya. Darah politik mengalir deras kepada dirinya ketimbang kepada anak-anak Megawati lainnya. 

Latar belakang pendidikannya dimulai dari SD sampai SMA di perguruan Cikini, Jakarta. Sementara pendidikan tinggi ditempuh Puan di jurusan Komunikasi Massa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Emang udah dipersiapkan buat orasi kampanye nih.

Meski begitu, Puan baru terjun di politik di usia 33 tahun. Meskipun begitu, Puan tentu menyaksikan bagaimana perjuangan ibu dan bapaknya yang sama-sama di politik, terutama waktu susahnya PDIP di zaman Orde Baru. Terutama pada peristiwa kudatuli. Buat yang belum tahu, Kudatuli adalah singkatan dari Kerusuhan 27 Juli yang merujuk peristiwa perebutan Kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (cikal bakal PDIP) pada 1996.

Sebagaimana di awal tadi, Puan pernah menjadi anggota DPR RI dari dapil Jawa Tengah 5 juga. Menurutku gak aneh sih, Jawa Tengah 5 ini kan isinya Solo Raya dari Solo, Boyolali, Sragen, Klaten, Sukoharjo dan Karanganyar. Daerah-daerah ini sering disebut Kandang Banteng karena merupakan basis massa PDIP.

Setelah jadi anggota DPR, Puan menjadi pembantu Presiden sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Posisinya emang jadi menko sih, tapi saya cari-cari kinerjanya kok gak mentereng kayak Bu Susi, Bu Sri Mulyani, dll. Mungkin aja, Pak Jokowi kemarin kan baru fokus di infrastruktur dan belum di pembangunan manusia, jadi ya wajar.

Pros

Bagusnya dari Puan ini yang paling keliatan ya dari darahnya Bapak Proklamator yang mengalir di dirinya. Tapi ya apa cukup milih berdasarkan keturunan aja? Demokrasi yang sehat seharusnya jauh dari politik dinasti. Semoga aja Puan bisa meneladani ibu dan kakeknya yang pernah jadi presiden dan juga bapaknya yang pernah jadi ketua MPR. 

Puan juga memiliki kelebihan di sisi pengalaman. Selama 5 tahun jadi anggota DPR dan 5 tahun juga jadi Menko PMK, seharusnya pengalamannya cukup. Kelebihan lainnya, Puan juga mendapat 2 penghargaan sekaligus dari rekor MURI sebagai perempuan pertama yang menjadi Menteri Koordinator dan Menteri Koordinator termuda. 

Cons

Tapi, Puan juga punya kelemahan-kelemahan. Kelemahan yang terpampang nyata adalah minimnya peran Puan di kabinet kerja periode ini yang gak sementereng Susi Pudjiastuti, Sri Mulyani, dan lainnya. Udah punya pengalaman tapi karyanya kurang terdengar kan ya gimana? 

Pas kasus e-KTP kemarin, nama Puan ini juga sempat disebut Setya Novanto menerima aliran uang korupsi megaproyek tersebut. Tapi ya, ini baru dugaan dari pernyataan Papa Setya. So, tetep pakai asas praduga tak bersalah.

Conclusion

Menurutku, Puan ini sebaiknya jangan dipilih. Dugaan korupsi e-KTP ini kan ya bisa bener juga, meskipun sekarang masih belum bersalah. Tapi buat kalian yang setia dengan partai banteng, pilih Bu Puan gak masalah kok. Yang terpenting itu milih Puan karena pengalamannya di DPR sudah teruji, bukan karena keturunan darah. 

Sekian, Terima kasih.

Sumber:

- Daftar Riwayat Hidup Resmi KPU RI di situs  https://infopemilu.kpu.go.id/pileg2019/pencalonan/daftar-calon/dct.

- https://www.google.co.id/amp/s/m.viva.co.id/amp/siapa/read/231-puan-maharani

- https://m.cnnindonesia.com/nasional/20180521204349-12-300126/setya-novanto-lupa-ada-aliran-uang-e-ktp-ke-puan-dan-pramono

Foto: Tempo 

Gimana nih, setuju gak sama unboxing dari kami?

Tanggapan pendukung

renita maulidah wrote: semoga bisa lebih maju lagi
17-04-2019, 15:43
adi putra wrote: sukses bu
17-04-2019, 14:33
henry kusumo wrote: hmmm menarik jg
17-04-2019, 14:25
nindy junaidi wrote: sayang sekali ya
17-04-2019, 13:34
ayulia yonika wrote: dapet panggung yang gede tapi ga dimanfaatin
17-04-2019, 13:07
zara forsa wrote: regenerasinya kapan?
17-04-2019, 10:49
clara hayati wrote: ga bersihin nama dulu?
17-04-2019, 09:03
permata farishy wrote: muternyad disitu situ aja
17-04-2019, 06:37
aldi octivani wrote: di Indo mah ga pengaruh ada asa praduga tak bersalah.. ahahah
17-04-2019, 00:17
NUZUL DENY LUKMANA wrote: nyaleg dulu sebelom nyapres
16-04-2019, 18:54
SURYADI LUKMANTARA wrote: Malah bikin was-was ya
16-04-2019, 18:48
yura KPI wrote: Ibu Puan mau nyusul Mama nya gak jadi Presiden?
16-04-2019, 17:12