Mardani Ali Sera, Jago Bikin Tagar

Nama: Mardani Ali Sera

Dapil: DKI Jakarta I

Partai: PKS

Sebetulnya politisi-politisi terkenal seperti Mardani Ali Sera tak perlu kami unboxing lagi. Karena Mardani berulang kali digadang-gadang menjadi calon pimpinan DKI Jakarta.

Terakhir, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tampak yakin menyodorkan namanya untuk calon Wakil Gubernur DKI mendampingi Sandiaga Uno. Bahkan, PKS sempat mendeklarasikan pencalonannya ini.

Tapi entah angin apa yang membuat PKS akhirnya berubah arah di detik-detik terakhir. Mardani pun sekali lagi gagal memimpin DKI.

Namun justru karena kadung terkenal, kita suka melewatkan atau lupa dengan detil-detil informasi yang bisa jadi penting untuk keputusan kamu memilih caleg.

Yuk mulai.

What's in The Box

Mardani lahir di Jakarta, 9 April 1968. Berarti usianya sekarang menjelang 51 tahun. Ia menghabiskan masa kecilnya di Kelurahan Galur, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Entah Galur bagian mana, tapi setahu kami, daerah tersebut adalah wilayah padat penduduk dengan segudang masalah sosial.

Sejak kecil Mardani dikenal sebagai anak cerdas. Setidaknya terbukti dari prestasi akademis. Sejak duduk di SD Negeri 08 Tanah Tinggi hingga lulus pada 1981, Mardani langganan juara kelas. Prestasinya pun tak menurun saat melanjutkan studi di SMP Negeri 71 Jakarta dan SMA Negeri 1 Budi Utomo Jakarta.

Lulus SMA, Mardani melanjutkan studi di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Setelah mendapat gelar sarjana (insinyur?), Mardani langsung menjadi dosen di Universitas Mercu Buana (UMB) pada 1996. Profesi ini masih digelutinya hingga saat ini.

Sambil mengajar, Mardani juga melanjutkan pendidikan ke pascasarjana di Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan meraih gelar Master of Engineering pada 2000. Lalu ia juga meraih gelar Ph.D dari kampus yang sama, pada 2004.

Sementara aktivitas keorganisasian sudah dirintis Mardani masih SMA. Saat itu ia ditunjuk sebagai Ketua Seksi Kerohanian Islam (Rohis) OSIS. Di UI, Mardani ikut gerakan tarbiyah Islam. Seperti kita ketahui, gerakan tarbiyah Islam banyak dipengaruhi oleh gerakan Ikhwanul Muslimin, yang melahirkan Partai Keadilan (PK) yang kemudian berubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Tak heran, saat masih menuntut ilmu di UTM, Mardani langsung menjadi anggota Pusat Informasi Partai PK. Tak lama kemudian, ia pun diangkat sebagai pengurus PKS di Johar pada 2000-2003. Sekembalinya ke Tanah Air, Mardani merintis jadi pengurus PKS mulai dari tingkat kecamatan. Tapi dalam waktu singkat, hanya kurun dua tahun, Mardani dipercaya sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS sampai 2010.

Di internal PKS, sosoknya terkenal dengan disiplin dalam administrasi, dianggap sebagai sosok yang sangat taat hukum dan aturan.

Saat Pilkada DKI Jakarta 2017, PKS sempat mencalonkan Mardani sebagai calon yang dipasangkan dengan Sandiaga Uno. Namun apa daya, di hari pendaftaran calon, PKS yang berkoalisi dengan Gerindra mengumumkan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Mardani berganti peran menjadi ketua Tim Sukses Pemenangan pasangan Anies-Sandi. Hasilnya pasangan ini menang.

Pada 2017, Mardani resmi menjadi anggota DPR RI sebagai Pengganti Antar-Waktu (PAW) menggantikan Saaduddin yang maju pada Pilkada Bekasi berpasangan dengan Ahmad Dhani.

Oh iya, Mardani juga menjadi inisiator Gerakan Ganti Presiden 2019. Dia yang menggulirkan #2019GantiPresiden. Harus diakui, bisa jadi tagar ini adalah paling populer di musim pemilu 2019.

Pros

Yang paling kami suka dari Mardani adalah kedekatannya dengan dunia pendidikan. Sebagai dosen di UMB, ia pun diangkat menjadi Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat di kampus tersebut untuk periode 2005 – 2007.

Mardani juga concern dengan pendidikan anak. Ia tercatat sebagai pengurus Yayasan IQRO yang meliputi pendidikan dari tingkat taman kanak-kanak hingga SLTP. Mardani juga Ketua Yayasan Cendekia Ikhlas Madani untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pemberdayaan guru TK.

Di luar dunia pendidikan, Mardani juga membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat Madani (KSMM). KSMM adalah komunitas pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat usaha mikro, kecil dan menengah dalam bentuk modal bergulir untuk berbagai usaha. Antara lain perikanan, peternakan, garmen dan pertanian serta pelatihan jasa servis handphone, las listrik, komputer dan desain grafis.

Oke kan? Oke banget.

Cons

Boleh dibilang Mardani sering banget menanggapi pernyataan apa pun. Misalnya nih, bencana alam dikaitkan dengan hukum tak adil. Dalam cuitan di Twitter, Mardani menilai alam mulai bosan dengan ketidakadilan. "Bencana silih berganti, seharusnya pemimpin paham tanda-tanda alam yang mulai bosan," tulisnya.

Walaupun kita orang Timur, yang banyak percaya pada hal-hal ghaib, sebaiknya sebagai pemimpin lebih mengedepankan isu-isu yang rasional. Bukan apa-apa. Kalau sudah dihubungkan dengan hal-hal mistik, jadinya ya tidak ada diskusi. Mau diskusi bagaimana kalau dasarnya adalah ghaib? Padahal suasana diskusi penting untuk menumbuhkan masyarakat mardani eh madani.

Mardani juga pernah dilaporkan ke polisi terkait video pernyataan ganti sistem dalam gerakan #2019GantiPresiden. Saat itu Mardani tidak sendirian. Ia dilaporkan bersama Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto. Video yang beredar di sosmed tersebut diduga sebagai bentuk makar, karena mengandung unsur keinginan mengganti sistem kenegaraan NKRI yang sudah baku dan berlaku.

Conclusions

Mardani jelas punya kualifikasi sebagai anggota Dewan yang mumpuni. Pun dirinya tak punya rekam jejak terkait korupsi. Hanya saja itu tadi, kami meragukan komitmennya terhadap NKRI dan cenderung lunak, bahkan bekerja sama dengan kelompok pejuang khilafah (seperti HTI yang dibubarkan pemerintah). Selebihnya sih oke.

Baca Unboxing Caleg lainnya:

Suhandi, PR Sempurna PKB?

 

Silakan kalau ada yang mau menambahkan info

Tanggapan pendukung

fahri nanda wrote: menarik, semoga lancar ya pak
17-04-2019, 14:33
indah rahayu wrote: jangan terlalu ditanggapi pak hal hal ngga penting, sukses terus pak
17-04-2019, 14:32
nur lita wrote: pantang menyerah ya pak, terus melejit pak karirnya
17-04-2019, 14:19
auzy hamdi wrote: kasih kuliah nanti pak klo ada yang ngotot ga jelas
17-04-2019, 13:48
lavina rini wrote: pengalaman organisasinya numpuk begitu
17-04-2019, 13:21
tiara syahputra wrote: pengabdian tanpa akhir
17-04-2019, 09:54
lutfia zakia wrote: pilih jadi dosen apa wakil rakyat?
17-04-2019, 09:13
lutfi saputra wrote: sukses pak mardani
17-04-2019, 01:59
kristin saras wrote: semoga pendidikan di negeri ini bisa merata ya pak biar makin sejahtera
17-04-2019, 01:57
jacky anugrah wrote: semoga sukses terus kedepannya ya pak
17-04-2019, 01:57
nico salim wrote: mantap sekali pak, semoga lancar dan tidak mudah terpancing ya pak
17-04-2019, 01:56
Iwan Simatupang wrote: Saya dukung bapak jadi wakil rakyat. Semoga amanah, Pak.
17-04-2019, 01:55
susanto robert wrote: dari SMA sampai sekarang kisah panjang kegiatan organisasi nya, sukses pak
17-04-2019, 01:50
arie santoso wrote: semoga bisa mengajarkan taat hukum dan aturan ke yg lain ya pak
17-04-2019, 01:48
Wulan nur wulan wrote: Semangat terus Pak Mardani. Sukses untuk bapak.
16-04-2019, 22:06
NUZUL DENY LUKMANA wrote: selalu ada plus dan minus
16-04-2019, 18:55
Masayu Baitul wrote: Rintangan kedepan akan sangat berat, Pak. Tetap semangat. BTW, ada yang mau nyoblos bapak ini gak tanggal 17? #MasihBingung
16-04-2019, 17:50
Iwan Simatupang wrote: Saya dukung bapak jadi wakil rakyat. Semoga amanah, Pak.
16-04-2019, 16:11
hartono salim wrote: senang nih dengan bapak ini, semoga saja kedepannya bapak tidak mudah terpancing ya pak
16-04-2019, 02:57
intan permata wrote: Ini nih yang suka ada di TV.
14-04-2019, 22:16
dini purnama wrote: Pengalaman sebagai kepala pengmas harusnya memang benar2 peduli sama masyarakat ya pak, semangat terus!
13-04-2019, 22:57
Prakosa Hidayanto wrote: Rekam jejaknya malah bikin ragu
13-04-2019, 16:46
Teman Rakyat wrote: @Muhammad Taqiyuddien: OK Siap. Coba de check link berikut buat kamu yang ingin berkontribusi lebih di #UnboxingCaleg https://www.temanrakyat.id/halaman/masa-depan-kami/mau-ikut-unboxing-caleg-baca-ini-dulu_5ca6019b6b25411425d6358e.html
10-04-2019, 14:06
Teman Rakyat wrote: @Gakwajar Gakwajar: bukannya asyik klo rakyat nantinya jadi dibawa piknik terus :)
10-04-2019, 14:06
Teman Rakyat wrote: @Ronita Pratama Togatorop: mungkin lebih tepatnya lebih buat campaign yang menyejukan masyarakat bukan yang buat gaduh ya :)
10-04-2019, 14:06
Teman Rakyat wrote: @rinka ririn: amin amin terima kasih ya atas dukungannya :)
10-04-2019, 14:02
Teman Rakyat wrote: @ geraldi pratama: menarik! Sukses terus buat Pak Mardani
10-04-2019, 14:02
geraldi pratama wrote: wah menarik nih, sukses pak
09-04-2019, 19:24