Marahlah dengan Kebiasaan Membuang Sampah Sembarangan

Bangsa Indonesia masih akrab dengan hidup dalam ironi. Sebagai bangsa besar dengan budaya dan tata krama yang luhur seharusnya sudah sejak lama nilai-nilai yang kita anut menjaga masyarakat bergaya hidup sehat dan bermartabat.

Namun sayangnya, fakta di lapangan masih menunjukkan kebalikannya. Utamanya soal kebiasaan membuang sampah.

Di berbagai wilayah, masih sering ditemukan bencana banjir melanda akibat tersumbatnya saluran air oleh sampah. Sungai Ciliwung di Jawa Barat juga dinobatkan sebagai sungai terkotor di dunia karena dipenuhi sampah dan limbah industri. Masih banyak lagi bukti perilaku masyarakat yang masih juga belum bisa membuang sampah pada tempatnya.

Pemerintah sendiri sebenarnya sudah mengeluarkan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan sampah. Order Baru pernah menjalankan program Gerakan Disiplin Nasional (GDN) untuk membangun budaya bersih dalam masyrakat.

Pada 2016 pemerintah juga kembali mencanangkan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dengan mengkampanyekan jargon Indoesia Bebas Sampah 2020. Belum lagi gerakan-gerakan yang sifatnya lebih independen dan digerakkan sporadis oleh berbagai eleman masyarakat. Tapi hasilnya, mari kita terima saja, nihil!

Intinya sih begini. Mau kita hadir dengan beribu macam jargon kalimat-kalimat kreatif apapun, selama kebiasaan hidup sehat belum terbangun, sampai kapanpun bangsa ini akan terus menjadi anak kecil. Yang selalu menuntut perhatian orangtua untuk disuruh-suruh membuang sampah pada tempatnya.

Lalu apa solusinya? Setelah berbagai program pemerintah dan masyarakat sendiri yang hasilnya nol, sejujurnya sih tidak ada lagi yang bisa kita lakukan. Kalau kamu masih berharap terhadap program lain lagi, mungkin kamu sedang bermimpi. Dan jujur, itu justru terlihat konyol banget. 

Kenapa? Karena semua itu seharusnya sudah menjadi kesadaran dari diri sendiri sejak lama. Semua ini adalah nila-nilai yang sudah seharusnya tertanam sejak kita lahir di muka bumi ini. 

Sedari kecil kita sudah diajarkan tentang nilai-nilai seperti menghormati orang tua, berterima kasih kepada orang yang menolong, termasuk juga menjaga kebersihan lingkungan. Karena itu, jika hingga 2018 saja kamu belum bisa menumbuhkan kebiasaan tidak buang sampah sembarangan, kamu bukan saja sedang merusak lingkungan. Tapi juga sedang mempermalukan martabat bangsa.

Kamu peduli pada masalah sampah dan pengen berkontribusi nyata dalam upaya melestarikan lingkungan, Teman? Jadi Pasukan CLBK bareng Teman Rakyat, yuk. Informasi lengkapnya klik di sini

 

Seberapa marah kamu melihat sampah berserakan?

Tanggapan pendukung

Anonymous wrote: Marah,karna tidak mau belajar disiplin
18-02-2019, 10:43
Anonymous wrote: Sangat marah. Karena mencemari lingkungan
15-01-2019, 10:43
Anonymous wrote: 😤😤 sampah yg berserakan membuat saya langsung membayangkan bagaimana nasib anak cucu saya nanti..
02-01-2019, 13:55
Anonymous wrote: Ya sangat kecewa sekali dengan mereka yang masih membuang sampah sembarangan.
19-12-2018, 13:25
Anonymous wrote: Aku nggak tahu.. padahal asa tempat sampah di luar kelas.. tapi setiap masuk ruang itu selalu ada sampah yg tertinggal entah botol lah atau bungkus makanan.. ini mereka yg habis manis sampahnya kenapa nggak dimakan sekalian.. hallo tinggal melangkah lhoo nggak sampai satu kilo meter lhoo... ini sebenarnya kebiasaan dari diri seseorang yg nggak akan bisa berubah tanpa ada niat.
11-12-2018, 09:57