Ikhsan Tualeka, Temen Seleb?

Ikhsan Tualeka bukan nama seorang pesohor. Bukan pula nama seorang politisi yang rajin nangkring di berita nasional. Namun siapa nyana, nama ini malah banyak direkomendasikan oleh figur publik terkenal, mulai dari Marcella Zalianty hingga Raffi Ahmad, sebagai calon anggota DPD RI. 

Siapa sih sebenarnya Ikhsan Tualeka ini?

Baik, nanti bakal kita bahas bersama tentangnya. Namun tim TR mau bertanya dulu, adakah yang udah ngeh dengan huruf yang ditebalkan di atas, yaitu DPD? Pasti jawabannya belum, yekan? Hmmmm, kebanyakan main ML dan PUBG nih. 

Begini, menurut www.parlemen.net DPD adalah singkatan dari Dewan Perwakilan Daerah, sebuah lembaga legislatif yang terdiri atas individu nonpartisan yang akan mewakili provinsi. Kalau di luar negeri, di negeri Paman Sam contohnya, DPD RI bisa disetarakan dengan senator.

Anggota DPD di Indonesia sendiri memiliki tugas dan wewenang untuk menjembatani hubungan pusat dan daerah terkait masalah otonomi, pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam, hingga sumber daya ekonomi. Penting juga ya, DPD? Ya, jelas dong. 

Karena itu, saat ada request netizen tercinta buat #UnboxingCaleg DPD RI bernama Ikhsan Tualeka dari Maluku, tim TR tak pikir panjang. Kami pikir, menarik. Jarang juga TR mengupas caleg DPD. Namun apa ketertarikan ini akan berakhir dengan rasa kecewa karena Ikhsan Tualeka gak sesuai ekspektasi, meski banyak di-endorse artis? Kuy kita unboxing bareng caleg DPD dari Maluku dengan nomor urut 40 ini.

What’s in the box

Mohamad Ikhsan Tualeka. Demikian nama lengkap pria kelahiran Pelauw, Maluku, 22 Juli 1979 ini. Pendidikan terakhirnya adalah S2 Ilmu Komunikasi dari Universitas Paramadina (2016). Dari data yang bersumber dari KPU, tim Teman Rakyat menemukan bahwa Ikhsan menempuh pendidikan strata 1 jurusan ilmu politik, Universitas Sarjana Kusuma, Surabaya, Jawa Timur (2002-2006). Semasa kuliah di kampus tersebut ia aktif di organisasi kampus dengan menjadi anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Presidium BEM Indonesia. 

Nama Ikhsan menjadi cukup dikenal saat hype film “Selawaku” (2016) yang berhasil mendapat sambutan meriah dalam acara Asian Future di Tokyo International Film Festival (TIFF). Di film itu sendiri ia menjadi executive producer.

Di negeri sendiri, film ini pun berhasil meraih tiga piala FFI 2016 untuk kategori Pemeran Anak Terbaik (Elko Kastanya), Pengarah Sinematografi Terbaik (Faozan Rizal), dan Pemeran Pembantu Wanita Terbaik (Raihanun). 

Bisa jadi karena inilah ia bisa menjangkau artis-artis ibu kota agar memberikan endorsan untuknya. Entah para artis itu dibayar atau tidak. Tapi kalau iya, wah, Raffi Ahmad itu kan mehong banget kalau endorse produk.

Balik ke riwayat Ikhsan. Jauh sebelum terlibat dalam film bertema Maluku, Ikhsan merupakan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dan demokratisasi. Ia giat memperjuangkan ketimpangan-ketimpangan yang dialami masyarakat Maluku karena konflik sektarian. Mungkin hal ini dilatarbelakangi oleh tempat lahirnya, Pelauw, yang sempat jadi lokasi konflik berdarah pada 2012. Dalam tragedi tersebut enam warga tewas, 500 rumah terbakar, dan 1.171 jiwa mengungsi.

Tak heran kalau dia akhirnya aktif jadi kordinator Moluccas Democratization Watch (2010-2017), sebuah lembaga swadaya masyarakat yang giat mengadvokasi masyarakat Maluku tentang bahaya konflik sektarian dan dampaknya pada kesejahteraan.

Dalam sebuah wawancara yang dilakukannya dengan Radio Netherland Worldwide pada 2011, Ikhsan mengatakan konflik sektarian dan agenda politik RMS membuat Maluku semakin terpuruk.

Namun ia memberi catatan. Bisa jadi tumbuhnya RMS merupakan ekses buruk dari kemiskinan dan ketidakadilan yang terjadi akibat tidak meratanya pembangunan Indonesia bagian Timur di masa silam.

Belakangan, Ikhsan juga aktif menulis artikel dan mengisi berbagai acara seminar dan talk show.

Prestasi lainnya, Ikhsan berhasil menjadi finalis The Next Leaders (TNL), sebuah program pencarian pemimpin masa depan di Metro TV. Ikhsan juga meraih beasiswa International Visitor Leadership Program di Amerika Serikat.

Ia pun tercatat sebagai Ketua Empower Youth Indonesia (EYI): Organisasi yang resmi berdiri pada 2017 ini sendiri merupakan wadah bagi pemuda untuk mengembangkan minat dan bakat, serta membangun networking yang mendunia.

Pros 

Ikhsan punya kualitas untuk jadi senator. Film Selawaku, bisa menjadi salah satu bukti niat Ikhsan mengenalkan potensi alam dan masyarakat Maluku secara lebih luas.

Selain itu, Ikhsan pun konsisten menyuarakan perdamaian di Maluku pasca konflik. Saat berbicara di depan publik mengenai salah satu lembaran kelam dalam sejarah Indonesia tersebut, Ikhsan mengajak masyarakat Maluku untuk membuka lembaran baru.

“Konflik itu tidak membawa keuntungan bagi siapa pun karena membuat masa depan semakin suram, lebih baik kita sama-sama membangun Maluku. Kenalkan potensinya, biar dunia tahu bahwa Maluku adalah tempat yang damai dan sehat untuk investasi“, Ujarnya di acara ROSI Kompas TV.   

Selain itu, ia juga aktif menulis tentang strategi pembangunan di tabaos.id, sebuah laman berita yang berisi segala hal tentang Maluku. Di sana gagasan-gagasannya bertebaran mulai dari yang terkait strategi pengentasan kemiskinan, mengatasi permasalahan sampah, sepakbola, hingga literasi media 4.0. 

Cons

Tak banyak kekurangan Ikhsan yang kami temukan. Kecuali, sebuah video di situs Youtube yang menampilkan Ikhsan memarahi aparat. Saat kejadian itu, Ikhsan sedang berdemonstrasi. Menurut kami, semilitan apa pun kita membela, memaki aparat tetaplah kurang elok. Artinya, sikap Ikhsan tersebut bukan contoh yang baik buat masyarakat.

Conclusion 

Ikhsan kami rekomendasikan jadi senator dari Maluku. Muda, kritis, peduli, dan tidak punya rekam jejak korupsi. Hanya saja kami berharap Ikhsan mengarahkan amarahnya ke pihak yang sepantasnya dimaki. Koruptor, misalnya. Atau pejabat eksekutif yang tak becus bekerja.

Teman-teman dari Maluku punya tambahan informasi tentang Ikhsan? silakan berikan berikan komentarnya, ya.

Sumber foto: menaraglobal.com  

Ada yang tahu lagi beda antara DPR/DPRD dan DPD?

Tanggapan pendukung

fahri nanda wrote: semoga tercapai gagasan gagasannya ya
17-04-2019, 14:33
adi putra wrote: Muda, kritis, peduli, dan tidak punya rekam jejak korupsi
17-04-2019, 14:33
yudi wira wrote: sukses dan semoga programnya makin membuat rakyat sejahtera
17-04-2019, 14:32
alan rahman wrote: muda, kritis, peduli, dan tidak punya rekam jejak korupsi. waduh menarik ya
17-04-2019, 14:25
arin pratama wrote: wah banyak yang rekomendasikan ya
17-04-2019, 14:20
annisa samsa wrote: sukses mas program program nya
17-04-2019, 14:16
asih annas wrote: aktif juga ternyata di organisasi
17-04-2019, 14:03
saliha anindita wrote: yang rekomen dari artis semua
17-04-2019, 10:27
dara aurealia wrote: dari fotonya, kayanya pinter ngomong
17-04-2019, 08:43
achmad suher wrote: keren jg senator muda ini
17-04-2019, 01:55
akbar nasution wrote: sukses mas, semoga bisa mesejahterakan masyarakat
17-04-2019, 01:54
dicky salim wrote: semoga gagasan gagasan mengentaskan kemiskinannya sukses mas
17-04-2019, 01:54
septiawan iwan wrote: sukses mas, semoga lembaran baru nya membuat banyak mata terbuka
17-04-2019, 01:52
farhad idris wrote: semoga gagasannya berjalan lancar
17-04-2019, 01:51
maulana sigit wrote: multi talenta banget nih
17-04-2019, 01:48
reza aditya wrote: semoga bisa sukses membuat Maluku lebih berkembang ya mas
17-04-2019, 01:46
dhika setyawati wrote: mulai merangkak
17-04-2019, 00:20
hendra chandra wrote: jangan sampe yang ada di yutup dibawa ke gedung dpd yak
14-04-2019, 21:30
Prakosa Hidayanto wrote: Mulai dulu dari bawah
13-04-2019, 16:46