Edi Susilo, Berani Bela Petani

Nama: Edi Susilo

Dapil: DPRD Kabupaten OKU Timur Dapil V

Partai: NasDem

(Dulu) Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Sebutan itu sering kita dengar saat masih duduk di sekolah dasar. Sekarang? Hmm... Gak yakin sih. Soalnya berdasarkan data Badan Pusat Statistik, share Produk Domestik Bruto (PDB) tertinggi Indonesia saat ini berasal dari sektor industri. Bukan pertanian.

Jadi, bila dilihat dari PDB saja, Indonesia tak bisa lagi disebut sebagai negara agraris. Tapi, kalau menilik jumlah angkatan kerja, sektor pertanian memang masih yang tertinggi. Sehingga tetap sah disebut negara agraris. Walaupun kondisi ini entah bertahan sampai kapan. Karena di sektor pertanian pulalah, jumlah angkatan kerja menurun paling cepat.

Padahal pertanian itu penting loh buat ketahanan pangan negeri ini. Sekuat apapun kita di bidang teknologi informasi, misalnya, tetap saja jadi bikin deg-degan kalau untuk memenuhi kebutuhan pangan saja harus bergantung ke negera lain.

Untunglah masih ada anak muda yang peduli dengan pertanian. Seperti caleg dari Partai NasDem, Edi Susilo ini. Ia mencalonkan untuk menjadi legislator DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dari dapil V yang meliputi Buay Madang, Buay Madang Timur, dan Buay Pemuka Bangsa Raja.

Menarik nih. Anak muda peduli pertanian. Yuk kita tengok.

What's in The Box

Di beberapa artikel berita, Edi Susilo disebut berusia 33 tahun. Tapi dari penelusuran laman Facebook-nya, di situ malah tercatat kalau ia kelahiran 28 April 1990. Itu berarti usianya baru 29 tahun. Gak tahu deh mana yang bener.

Pendidikan terakhirnya didapat dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta. Tak disebutkan jurusan apa yang diambil Edi. Namun menebak dari kepeduliannya terhadap pertanian, kayaknya Edi mengambil jurusan yang sama. Dan di perguruan tinggi tempat Edi menimba ilmu, memang ada Fakultas Pertanian.

Setelah lulus kuliah, pria yang mengaku aktif di jurnalis kampus Majalah Pendapa dan aktivis di Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) ini langsung pulang kampung dan menjadi aktivis pertanian.

Salah satu karyanya adalah Sekolah Tani yang didirikan bersama ormas Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita). Secara reguler Sekolah Tani dibuka dua minggu sekali. Di sini para petani diajarkan bagaimana meningkatkan kualitas pengetahuan bertani. Terutama pertanian organik dengan memanfaatkan pupuk dari bahan kotoran ternak.

Kenapa pertanian organik? Edi mengatakan, metode pertanian organik mampu mengurangi pemakaian zat kimia yang tak ramah pada lingkungan. Menggiatkan pertanian organik juga merupakan bagian usaha Edi mendukung program yang dicanangkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Tahu banget soal seluk-beluk pertanian, bahkan menularkan ilmu tani ke masyarakat, membuat Edi dipercaya petani setempat. Ini dibuktikan dengan statusnya yang selama dua tahun terakhir memimpin organisasi Petani Muda di OKU Timur.

Kalo ditelusuri lebih lanjut, sebenarnya gak cuma pertanian saja. Beberapa kali ia terlihat mendukung dan membela kaum buruh di Sumsel. Edi juga ikut membela masyarakat dalam konflik agraria Campang Tigo Ulu OKU Timur versus perusahaan bidang perkebunan tebu, PT Laju Perdana Indah.

Sementara kalau kita cermati posting-an di sosial media, Edi memposting banyak kegiatan saat masih bersama Partai Rakyat Demokratik (PRD). Termasuk berdemonstrasi di jalanan. Aktivis kiri kayaknya ya?

Pros

Petani bisa jadi profesi paling underrated di negeri ini. Gambaran buruh tani tanpa lahan dan berupah rendah mengubur banyak kebaikan dari aktivitas bertani. Bekerja kotor-kotoran dengan tanah bercampur lumpur juga dianggap menurunkan gengsi. Padahal dengan bekerja keras dan cerdas, profesi ini menjanjikan pendapatan yang melimpah. Yang pada akhirnya ketahanan pangan negeri ini juga terjaga.

Karena itu, tim TR salut dengan upaya Edi membaktikan hidupnya di desa membangun pertanian. Sangat berfaedah mengingat aktivitas pertanian semakin ditinggalkan masyarakat, khususnya anak muda.

Peran aktif Edi dalam advokasi petani juga menjaga warga desa dari potensi penindasan dan tipu daya korporasi yang biasanya berkomplot dengan aparat desa. Semakin banyak anak muda seperti Edi tinggal di desa, semakin bagus. Sudah waktunya pembangunan bergerak dari desa dan digerakkan anak-anak muda.

Cons

Tim TR tertarik unboxing Edi setelah membaca artikel tentang kiprahnya mendirikan Sekolah Tani. Sayang, mungkin karena lingkupnya kabupaten, bukan kota besar pula, pemberitaan mengenai Edi memang minim.

Pun saat ditelusuri akun sosmednya Tim TR tak banyak mendapatkan informasi. Belakangan, Edi terlihat sudah jarang memposting apapun di sosmednya. Tapi sejauh yang kita pantau, tak ada kejanggalan yang berarti.

Jadi untuk bagian "cons" ini, kami tak punya cukup informasi untuk menilai Edi. Karena itu, kalau kamu punya informasi tentang caleg satu ini, jangan sungkan-sungkan berkomentar. Setelah kami verifikasi, kami akan update tulisan ini.

Conclusion

Kita butuh pemuda-pemuda yang mampu berkarya dan memilih profesi tanpa banyak terpengaruh tren.

Saat banyak kisah sukses menangguk untung dari YouTube, semua berbondong-bondong ingin jadi YouTuber. Di era sebelumnya, profesi pegawai negeri sipil pernah jadi primadona.  Sementara di era 2000-an profesi yang nge-tren adalah entrepreneur.

Tentu tak ada yang salah dengan semua profesi yang kebetulan hype itu. Hanya saja tren secara tak langsung membuat sebagian profesi lain ditinggalkan, bahkan dihinakan. Seperti pertanian ini.

Dengan memilih bidang yang tak populer, setidaknya memberikan indikasi bahwa Edi tidak terlalu terpengaruh oleh tren profesi sesaat. Mudah-mudahan, pencalegan dirinya pun bukan karena tren.

Kesimpulannya, Edi terlihat sebagai caleg yang baik. Rekam jejaknya juga bersih dari semua perbuatan tercela. TR merekomendasikan Edi untuk dipilih warga OKU Timur. Tapi karena minimnya informasi, kami tak bisa memberinya skor tinggi.

Baca Unboxing Caleg lain:

Isyana Bagoes Oka, Ternyata Cucu Gedong

 

Mau bela kaum petani? Komen di sini

Tanggapan pendukung

siska wirawan wrote: dari kecil selalu mendengar negara agraris, sudah saat nya nih kita kembali ke negara agraris
19-04-2019, 15:03
dani fabian wrote: wah mantap pak edi
19-04-2019, 15:01
aris gufron wrote: keren pak
17-04-2019, 14:34
faisal idrus wrote: Kita butuh pemuda-pemuda yang mampu berkarya dan memilih profesi tanpa banyak terpengaruh tren nih
17-04-2019, 14:33
anwar yanuar wrote: semoga negara kita kembali menjadi negara agraris yg kuat lagi yah mas
17-04-2019, 14:29
dian mayang wrote: wah salut banget sama bapak ini
17-04-2019, 14:22
arin pratama wrote: semoga bisa mencakup nasional ya pak programnya
17-04-2019, 14:20
jerry zainal wrote: bela petani semoga meluas yah pak skala program programnya
17-04-2019, 14:18
dana zakaria wrote: bener banget nih, yang muda jg harus tau betapa pentingnya petani
17-04-2019, 14:14
nina lestari wrote: semoga bisa kembali ke negara agraris ya
17-04-2019, 14:14
olga nistiyana wrote: majuin lagi sektor pertanian pak
17-04-2019, 13:55
lavina rini wrote: harus ada yang peduli sama petani emang
17-04-2019, 13:21
irani wibisono wrote: fotonya bikin salfok nih ahahhaa
17-04-2019, 10:32
Christian Malik wrote: lanjutkan pak, karena petani adalah salah satu tulang punggung negara kita
17-04-2019, 02:00
kristin saras wrote: semoga petani makin sejahtera dan negeri ini bisa berjaya lagi seperti dulu
17-04-2019, 01:57
chandra susanto wrote: selamatkan para petani ya pak
17-04-2019, 01:56
arieh safieh wrote: keren banget nih mengadakan sekolah tani
17-04-2019, 01:55
dicky salim wrote: tanpa petani tidak akan ada negara agraris
17-04-2019, 01:54
shelly pranoto wrote: keren sih kalau kita bisa balik ke masa jaya negara agraris lagi
17-04-2019, 01:54
fidelia chandra wrote: semoga sekolah tani nya bisa makin meluas ya pak, menjangkau daerah daerah lain
17-04-2019, 01:52
septiawan iwan wrote: sukses pak dengan pertanian organik nya
17-04-2019, 01:52
sendy arian wrote: keren dipercaya para petani dan buruh
17-04-2019, 01:51
aris gufron wrote: keren pak
17-04-2019, 01:46
firdaus oktavia wrote: lain dari yang lain
17-04-2019, 00:31
Safri wijaya wrote: sukses pak, tolong selalu dukung dan bantu para petani
16-04-2019, 02:57
bowo pranoto wrote: sukses pak, buat negara kita menjadi negara agraris yang kokoh lagi
16-04-2019, 02:56
bowo pranoto wrote: sukses pak, buat negara kita menjadi negara agraris yang kokoh lagi
16-04-2019, 02:54
miko anugrah wrote: terus perjuangan kan para petani ya pak
16-04-2019, 02:53