Dini Purwono, Juniornya Obama Dong?

Nama: Dini Shanti Purwono

Dapil: Jateng I (Kota Semarang)

Partai: PSI

Siapa pun yang berkenalan dengan Dini Shanti Purwono bisa jadi bakal minder. Gimana nggak? Perempuan ini terbilang over-qualified, baik secara akademis maupun pekerjaan professional. Saking cemerlangnya, pertanyaan “apakah Dini pantas lolos ke DPR” nyaris invalid. Tim TR malah tergoda untuk bertanya, apakah Gedung DPR pantas menerima kehadiran Dini? Hahaha, lebay banget gak tu?

Tapi memang sehebat apa sih sosok superlady ini? Yuk, kita unboxing dulu caleg dari Partai Solidaritas Indonesia untuk Dapil Jateng I ini.

What’s in the Box

Dini Shanti Purwono adalah alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) yang pernah bekerja sebagai konsultan hukum untuk berbagai perusahaan besar. Baik dalam maupun luar negeri.

Kelahiran Jakarta, 29 April 1974 ini juga mengambil S2 di bidang hukum keuangan internasional di Harvard Law School (HLS) pada 2002. Baca lagi baik-baik ya, H-a-r-v-a-r-d. Konon HLS adalah sekolah hukum tertua dan paling bergengsi di dunia. Punya modal duit doang, belum tentu bisa masuk perguruan tinggi ini.

Dengan masuk Harvard, artinya Dini satu almamater dengan bekas Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan istrinya Michelle Obama, serta politisi senior Partai Republik, Mitt Romney. Aktris Sigourney Weaver yang terkenal sebagai Ellen Ripley di film Alien juga sekolah di sini loh. Kalau dari Indonesia, Dini satu almamater dengan ahli hukum senior Nono Anwar Makarim yang sekarang mejadi anggota Komite Etik KPK.

Hebatnya lagi, Dini mengakses HLS dengan meraih beasiswa Fulbright Scholar. Ini bukan sembarang beasiswa. Penerima beasiswa Fullbright dikenal cerdas-cerdas. Hingga kini, tercatat ada 40 nama alumni Fullbright yang berhasil memenangi Hadiah Nobel. Gak ada tu nama Ratna Sarumpaet di sana.

Karier Dini di dunia profesional tak kalah cemerlang. Sejak 1997-2005 ia aktif bekerja di firma hukum Hadiputranto, Hadinoto dan Partners (HHP). Kantor ini merupakan korespondensi dari firma hukum internasional Baker & McKenzie.

Sepulangnya dari pendidikan S2 dari HLS, Dini kemudian menjadi konsultan hukum untuk perusahaan milik negara, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Saat itu Dini menjadi konsultan perusahaan tersebut dalam proses tender pra-kelayakan proyek kereta api Bandara Soekarno Hatta-Manggarai.

Dini juga terdaftar sebagai konsultan hukum pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan tercatat sebagai anggota Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM).

Di sela-sela kesibukannya, Dini juga menyempatkan diri untuk mengasuh rubrik “Klinik Hukum” di harian Jawa Pos Radar Semarang. Melalui rubrik ini, Dini banyak membahas keprihatinannya pada kasus-kasus hukum yang terjadi pada wong cilik. Ia juga mengundang para pembaca untuk menanyakan segala hal yang berhubungan dengan hukum, khususnya persoalan hukum di dunia usaha.

Pros

Masih perlu ya ada ulasan pro untuk Dini? Hahaha. Buat Tim TR sih, keunggulan Dini sudah terlalu vulgar. Yang belum dibahas adalah cara berbicara Dini di depan publik. Sebagaimana umumnya praktisi hukum, Dini jago debat. Gak salah deh tim kampanye Joko Widodo memasukkan nama Dini dalam daftar juru bicara.

Cons

Dini punya kecenderungan menjatuhkan lawan debat tanpa tedeng aling-aling. Bahkan ketika berdebat dengan Jansen Sitindaon di KompasTV, sang lawan sampai meminta sang pembawa acara mengasih kartu kuning ke Dini. Kalau gak percaya, cari deh di Youtube.

Conclusion

Sangat recommended. Latar belakang pendidikan yang sangat kuat. Pengalaman kerja yang luar biasa. Pun Dini secara umum memiliki pembawaan yang menarik. Meski tadi disebutkan kerap memancing lawan debat “terbakar,” jangan melulu menyalahkan Dini. Lawannya aja kali yang gampang ke-triggered. Lagipula, Dini nyaris tak pernah menggunakan kata kotor.

Jangan bayangkan Dini sama dengan merepet-nya emak-emak pembaca puisi kemarin yang mengancam Tuhan-lah. Jauh banget soalnya. Kayak hati kamu dan hati gebetanmu itu loh.

***

Penilaian dalam unboxing ini berdasarkan hasil penelusuran Tim TR dari berbagai sumber. Kalau kamu punya informasi lebih yang belum kami sebutkan, tulis di kolom komentar sebelah kanan. Nanti tulisan akan kami update. Sebagai penghormatan, tentu saja nama kamu akan kami tulis sebagai narasumber. Setelah itu kamu boleh loh banggain kontribusimu dengan share tulisan ini di sosmed kamu. Biar teman kamu juga gak bingung lagi apa yang harus mereka pilih. Yuk saling bantu jadi pemilih cerdas.

Baca Unboxing Caleg lain:

Aneh, Rian Ernest Kurang Doyan Duit 

Bagaimana menurutmu soal Dini?

Tanggapan pendukung

Yoyok Isbagyo wrote: Salah satu caleg PSI idola saya, smart woman. Tidak hanya asal ngomong tapi semua berdasarkan data yang valid.
09-03-2019, 08:25
Daniel Hari Purnomo wrote: Mantap
08-03-2019, 10:02