Dara Nasution, Bela Perempuan Dilawan Perempuan

Nama: Dara A. Kesuma Nasution, S.Sos

Dapil: Sumatera Utara III (Langkat, Karo, Simalungun, Asahan, Dairi, Pakpak Bharat, Baru Bara, Pematangsiantar, Tanjung Balai, Binjai) 

Partai: PSI 

Kalau bicara stereotip, katanya orang Batak itu punya garis wajah yang tegas. Gurat muka khas orang Batak itu yang kemudian menimbulkan kesan sangar. Penampilan fisik itu diperkuat juga dengan kebiasaan orang Batak bicara dengan volume keras dan menghentak. Maskulin banget deh. Itu stereotip juga.

Tapi coba lihat wajah caleg dari Parta Solidaritas Indonesia (PSI) bernama Dara Nasution ini. Coba juga tonton video-video Dara di Youtube. Semua stereotip ke-Batakan itu bakal rontok. Wajah cantiknya cenderung membulat mengaburkan garis tegas khas Batak. Bicaranya juga kalem. Ah dasar stereotip ya.

Lagian, kenapa kita bahas fisik ya? Kita kan mau Unboxing caleg, bukan field report terapis pijat plus-plus kan? Hahaha.

Berikut yang kita ketahui tentang Dara yang mencalonkan diri di Dapil Sumatra Utara III, meliputi Kab. Langkat, Kab. Karo, Kab. Simalungun, Kab. Asahan, Kab. Dairi, Kab. Pakpak Bharat, Kab. Batu Bara, Kota Pematangsiantar, Kota Tanjung Balai, dan Kota Binjai. Duh banyak banget ya wilayahnya.

What’s in The Box

Berdasarkan CV yang dipampang Dara di laman Linkedin-nya, perempuan berjilbab ini lahir di Pematang Siantar, Sumatra Utara, 4 Agustus 1995, dengan nama lengkap Dara Adinda Kesuma Nasution. Pendidikan terakhir Dara adalah jurusan Ilmu Komunikasi Massa, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.

Tanya IPK-nya Dara dong: 3.95 cuy. Ngeri ya? Udah cantik, pintar, masih single pula. Tapi cowok jomblo kualitas duren tiga mah pasti terintimidasi.

Dara juga beberapa kali menjuarai kompetisi karya ilmiah. Di antaranya menyabet juara pertama kompetisi Indonesia Data Driven Journalism (2017) yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Jaringan Indonesia untuk Jurnalisme Investigatif, dan Kantor Staf Presiden.

Dunia riset tak pernah jauh dari Dara. Pada 2015, misalnya, Dara tercatatat sebagai freelance research assistant di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Setahun kemudian, Dara juga aktif sebagai Communication Research Assistant di Pusat Kajian UI. Salah satu output pekerjaan Dara di Pusat Kajian UI adalah rekomendasi strategis untuk LINE Indonesia.

Dari berita-berita yang beredar, Dara terlihat concern betul dengan masalah perempuan. Termasuk di antaranya mendukung pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) yang belakangan menjadi menjadi polemik di masyarakat.

Ini bukan perjuangan remeh. Dara dan kawan-kawan yang mendorong pengesahan RUU PKS menghadapi penolakan keras (kalau bukan serangan). Bahkan dari sesama kaum perempuan.

Salah satu tudingan yang sering terlontar adalah RUU PKS mempromosikan gaya hidup seks bebas. Menanggapi tuduhan ini, Dara menegaskan, fokus RUU PKS adalah melindungi korban kasus kekerasan seksual. Moralitas seseorang tak akan tergerus dengan RUU PKS.

Pros

Kelebihan Dara yang paling menonjol adalah kedekatannya dengan dunia penelitian. Mengumpulkan data, kemudian mengolahnya untuk dijadikan rekomendasi rencana strategis adalah keseharian Dara. Kebiasaan ini seharusnya membentuk pola pikir yang runut dan sistematis.

Kelebihan Dara tersebut menjadi menarik mengingat selama ini politisi sering asal bicara. Boro-boro menggunakan data, membangun argumen saja masih suka ngawur. Mudah-mudahan citra buruk anggota DPR tersebut bisa semakin hilang dengan masuknya politisi seperti Dara.

Usia yang teramat muda dan baru terjun di politik juga menjadi poin plus Dara. Bagaimana pun orang-orang muda nan polos seperti Dara lebih nyaman dipercaya. Ketimbang politisi tua yang tanpa malu mencalonkan lagi walaupun bekas napi korupsi.

Cons

Sejak maju sebagai caleg dari PSI, Dara sering diserang kelompok relijius garis keras. Pilihan berpakaian yang islami (berjilbab) namun memperjuangkan RUU PKS, dianggap sebagai penistaan terhadap agama. Serangan yang diterima bahkan bersifat pribadi, hingga Dara mengakui, orangtuanya sempat terguncang. Maklum, orangtua Dara bukan berasal dari keluarga yang biasa berpolitik.

Dengan usia yang masih belia dan latar keluarga non-politik, Dara perlu berupaya lebih keras untuk beradaptasi dengan kerasnya dunia politik.

Conclusion

Terus terang nasib perempuan di negeri ini masih mengkhawatirkan. Sebegitu parahnya bahkan kaum perempuan sendiri masih banyak yang belum sadar berada dalam posisi yang tak setara. Atau paham, namun tak mau mengubah kondisi tersebut dengan alasan tak sesuai dengan tafsir kitab suci.

Karena itu kita masih butuh banyak perempuan seperti Dara di gedung parlemen, yang peduli dan paham masalah perempuan. Bukan sekadar berjenis kelamin wanita yang sengaja dipasang partai hanya untuk memenuhi batas kuota 30% caleg perempuan.

Menurut kami, Dara layak mewakili kita di DPR. Sudah saatnya nasib perempuan diwakili perempuan-perempuan cerdas.

Alam pikiran Dara, yang usianya masih belia, juga setidaknya lebih nyambung dengan aspirasi anak muda.

Kamu kenal Dara? Punya opini berbeda? Tulis di kolom komentar ya. Biar kita makin cerdas memilih caleg.

***

Penilaian dalam unboxing ini berdasarkan hasil penelusuran Tim TR dari berbagai sumber. Kalau kamu punya informasi lebih yang belum kami sebutkan, tulis di kolom komentar sebelah kanan. Nanti tulisan akan kami update. Sebagai penghormatan, tentu saja nama kamu akan kami tulis sebagai narasumber. Setelah itu kamu boleh loh banggain kontribusimu dengan share tulisan ini di sosmed kamu. Biar teman kamu juga gak bingung lagi apa yang harus mereka pilih. Yuk saling bantu jadi pemilih cerdas.

Baca Unboxing Caleg lain:

Giring Ganesha, Berani Masuk Kandang Serigala?

Bagaimana Menurutmu?

Tanggapan pendukung

siska wirawan wrote: wew IPK nya 3,95, semoga dilancarkan program program dan perjuangannya bu
19-04-2019, 15:03
abdul khaidir wrote: wah kompleks sekali ya perjuangan mbak nya
17-04-2019, 14:31
damar amara wrote: IP nya ngeri ya hahaha
17-04-2019, 14:31
alif subandi wrote: yang penting niat baiknya sih, semangat mbak
17-04-2019, 14:28
ausar ilham wrote: keras juga perjuangannya
17-04-2019, 14:17
rizki iskandar wrote: wah seru juga nih #unboxingcaleg nya
17-04-2019, 14:13
mega usra wrote: hidupnya dipenuhi sama riset. mantab
17-04-2019, 13:14
fermando jaya wrote: go mbak dara!!
17-04-2019, 01:58
chandra maulana wrote: amin, semoga saja makin banyak yg bergerak berdasarkan data ketimbang yang asal asalan
17-04-2019, 01:58
ferry chandra wrote: semoga mbak bisa membuat perempuan perempuan lain berani ikut ambil tindakan
17-04-2019, 01:52
thalia inka wrote: membantu moral moral para korban, semoga lancar mbak
17-04-2019, 01:51
indra purnomo wrote: Mudah-mudahan citra buruk anggota DPR tersebut bisa semakin hilang dengan masuknya politisi seperti Dara
17-04-2019, 01:46
bobby bob wrote: semangat mbak, bela perempuan agar tidak dibeda bedakan lagi
16-04-2019, 02:57
irwan syah wrote: berjuang mbak, semoga bisa sampai senayan dan selalu membela perempuan
16-04-2019, 02:57
abang juragan wrote: Seperti burung, terbanglah kau kearah yang benar :)
14-04-2019, 22:18
vasco wijaya wrote: makin banyak perempuan, makin bisa ngimbangin yang laki-lakinya
13-04-2019, 23:22
arya gumilar wrote: gogo dara!
21-02-2019, 13:48
riska zaitun wrote: Sukak banget ada yang bela perempuan
21-02-2019, 13:14