Bahaya di Balik Janji SIM Seumur Hidup

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) rupanya doyan bikin kontroversi. Kali ini, PKS menjanjikan surat izin mengemudi (SIM) seumur hidup. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Tim Pemenangan Pemilu (TPP) PKS Almuzzammil Yusuf dalam siaran pers, baru-baru ini.

Sebelumnya juru bicara capres Prabowo Subianto dari PKS Mardani Ali Sera mengusulkan gaji Rp20 juta untuk guru. Pernyataan tersebut sempat menjadi sorotan, walaupun kemudian Prabowo mengklarifikasi bahwa usulan tersebut adalah ide pribadi Mardani. Bukan tim Prabowo.

Memancing kontroversi memang cara cepat mendapatkan perhatian publik. Namun sebagai pemilih yang cerdas, sebaiknya tidak terlalu gampang termakan janji yang sekadar terdengar “menguntungkan” rakyat kecil. Sebab, dalam kasus SIM ini ada unsur ketertiban dan keamanan di dalamnya.

Dalam rilis pers-nya, Almuzzammil memaparkan tiga alasan pemberlakuan SIM seumur hidup:

1. Perbaruan SIM setiap 5 tahun sekali merepotkan. Bukti yang sudah berhasil adalah KTP yang dahulu harus 5 tahun sekali diperbarui sekarang seumur hidup dan berefek positif pada penghematan waktu produktif masyarakat. 

2. Agar biaya yang dibayar masyarakat ringan. Cukup sekali saja membayar biaya pembuatan SIM. 

3. Di beberapa negara, telah diberlakukan SIM seumur hidup.

Alasan nomor 3 adalah argumen yang paling tidak penting. Hanya karena orang lain melakukannya, tidak membuat perbuatan tersebut menjadi benar atau baik. Secara tersirat terasa kesan rendah diri dalam argumen tersebut, bahwa negara lain selalu lebih baik daripada Indonesia.

Dari ketiganya, alasan nomor 2 yang di atas kertas paling sedikit bersinggungan dengan ketertiban dan keamanan berkendara. Sekaligus juga argumen paling menarik buat masyarakat pemilik kendaraan.

Sementara itu, alasan nomor 1 inilah yang bisa jadi paling tak masuk akal dengan kondisi Indonesia saat ini. Perbaruan SIM penting untuk mengontrol secara berkala kemampuan pengendara mengemudikan kendaraan. Kalau ini dihilangkan, maka tak ada lagi cara negara mengontrol izin mengemudi berdasarkan kemampuan menyetir.

Kalau memang lagi bersemangat berjualan politik, sebetulnya PKS bisa lebih menekankan pada pembebasan biaya perbaruan SIM. Toh janji-janji yang berkaitan dengan uang biasanya memang paling menarik.

Kalau memang berniat meringankan beban masyarakat, hapuslah biaya perpanjangan SIM. Umumkan secara terbuka bahwa pengurusan perpanjangan SIM tak dipungut biaya sekalipun.

Tapi meniadakan perbaruan SIM, termasuk evaluasi kemampuan berkendara di dalamnya adalah hal yang terlalu gegabah. Dengan kondisi lalu-lintas yang masih carut marut, evaluasi dalam proses perbaruan SIM kalau bisa malah diperketat.

Bagaimana menurut, Teman?

Setujukah kamu SIM seumur hidup?

Tanggapan pendukung

silviana nisrina wrote: klo jadi seumur idup, pendapatan negara berkurang dong
17-04-2019, 15:52
alita nistiyana wrote: pasti ada pro sama kontra sih
17-04-2019, 15:23
Warrick Khosasi wrote: saya sangat setuju karena akan menghemat biaya pembuatan
23-01-2019, 11:29
Sutan Mandaro wrote: Sangat Setuju
23-01-2019, 11:06
Azhar Keceh wrote: Menurut saya kurang setuju,karena SIM itu menjadi sebuah tanda kelayakan seseorang dalam mengemudikan kendaraannya,dan apa yang terjadi apabila semua masyarakat Indonesia memiliki SIM seumur hidup,padahal selama ini kita bisa melihat bahwa orang yg bisa berkendara itu tidak selamanya bisa mulus selama bertahun-tahun atau seumur hidup adakalanya masyarakat itu mengalami hambatan dalam berkendara misalkan dengan fisik yang cacat atau usia yang tua (rentan),gangguan psikis ataupun faktor yang bisa membahayakannya ketika berkendara. Untuk itu perlu adanya pengujian kembali untuk menimbang baik-buruknya pengemudi dalam berkendara
15-01-2019, 10:47
Ika Handayani Paturu' wrote: Tidak, SIM adalah surat Izin yang mana kita tau izin itu suatu pelanggaran yang diperbolehkan. SIM mengandung perizinan yang tidak bisa dibuat seumur hidup , karena bisa saja jika syarat* seseorang yang mempunyai SIM tidak terpenuhi dapat dicabut Izin tsb
07-01-2019, 15:16
ibnu amwan wrote: saya tidak setuju, masyarakat semakin hari semakin tua, tidak produktif apabila di buat seumur hidup maka yg tua2 tdk mahir lagi membawa kendaraan akan membahayakan pengendara lain dan dirinya sendiri
07-01-2019, 15:14
Syamsul Syafruddin wrote: Saya sangat setuju,karna menurut saya masyarakat tdk capek lagi untuk buat ulang KTP,sekarang seperti kita ketahui sekarang pembuatan ktp semakin dipersulit
02-01-2019, 13:59
Rosyida Ida wrote: Yg namanya surat izin ya masa berlakunya ga seumur hidup. Kalian ngurus surat izin gak masuk sekolah apakah jangka waktu.a untuk seumur hidup? Dan juga harus Sesuai dgn pertimbamgan yg matang apakah diizinkan atau tidak.
02-01-2019, 13:54
Arif Putera Wijaya wrote: Tidak. menurut saya perpanjangan sin bertujuan mengontrol bahwa siapa yang memiliki sim memang bisa mengendarai kendaraan. mungkin di sisi lain biaya untuk perpanjangan sim sebaiknya di kurangkan atau di hilangkan agar masyarakat tidak terbebani.
28-12-2018, 12:01
Dian Padang wrote: Tidak setuju
26-12-2018, 11:04
Adnan Iskandar wrote: Saya tidak setuju bila sim di berlakukan seumur hidup, dengan beebagai alasan salah satunya kontrol pihak berwajib dengan kondisi pengendara Memang janji kebijakan yang kontroversi yang sekilas menguntungkan kita sebagai pemilih, cukup menarik.. tapi pemilih yang cerdas tau apa konsekuesnsi dari peraturan yang mereka buat dan apakah akan lebih banyak bemberi dampak positif, tidak hanya bagi kita sebagai pribadi tapi juga bagi bangsa dan negara
11-12-2018, 09:59