Isyana Bagoes Oka, Ternyata Cucu Gedong

Nama   : Isyana Bagoes Oka

Dapil  : Banten III (Tangerang Raya)

Partai : PSI 

Wajahnya yang bening kerap muncul di layar kaca sejak awal 2000-an. Bukan di sinetron, apalagi yaya yeye pagi-pagi di acara musik live padahal lipsync itu. Namanya, Isyana Bagoes Oka. Ia populer setelah menjadi news anchor berita di sejumlah stasiun televisi.

Belakangan, Isyana pamit dari industri media yang membesarkan namanya itu agar bisa fokus mencalonkan diri sebagai caleg DPR RI dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Bekas jurnalis memang banyak yang belok mendadak ke politik ya. Apakah karena punya modal popularitas lantas Isyana tergerak memanfaatkan momentum untuk mencalonkan diri? Coba kita cek-cek dulu deh dalemannya.

What’s in The Box

Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka. Demikian nama lengkap yang diberikan orangtua pada bayi yang lahir di Jakarta, 13 September 1980 ini. Walaupun kental nama Bali, Isyana tak pernah tinggal di Pulau Dewata. Namun darah Bali memang mengalir pada Isyana.

Dan leluhur Isyana bukan orang sembarang loh. Terutama sang nenek, Gedong Bagoes Oka. Besar kemungkinan kamu gak familiar dengan namanya. Tapi PT Pos Indonesia pernah menerbitkan prangko dengan gambar nenek Isyana. Prangko tersebut diterbitkan untuk menghormati jasa-jasa Gedong mendedikasikan hidup berjuang untuk nilai-nilai toleransi, kerukunan umat beragama, dan mempromosikan kebhinekaan.

Dari sang nenek pulalah Isyana mendapat bakat berpolitik. Semasa hidupnya, salah satu jabatan yang pernah diemban Gedong adalah anggota MPR dari unsur utusan golongan.

Pendidikan terakhir yang ditempuh juga mempersiapkan Isyana sebagai politisi. Setelah lulus SMA, Isyana menimba ilmu di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia. Jurusan yang diambil Isyana kala itu adalah Hubungan Internasional.

Sebelum bekerja sebagai presenter dan terkenal, nama Isyana sebetulnya sudah muncul di media massa jauh sebelum itu. Pada 2000, Isyana berhasil meraih juara Favorit Pembaca Wajah Femina. Bisa jadi kecantikan Isyana didapat dari sang ibu yang berdarah Manado. Ah, klise ya.

Baru setelah lulus kuliah pada 2003, Isyana memulai kariernya di bidang jurnalistik sebagai reporter di Trans TV. Isyana sempat bingung saat hendak memutuskan menjadi jurnalis. Sebab Isyana masih memiliki kontrak iklan dengan sebuah produk. Sedangkan sebagai jurnalis memang harus independen, sehingga Trans TV menuntut Isyana untuk memutus kontrak model iklannya.

Keputusan Isyana memilih jurnalistik ketimbang modelling akhirnya terbayar saat ia dipercaya sebagai presenter di Trans 7. Setelah itu, Isyana sempat dua kali pindah ke RCTI dan MetroTV.

Selama menjadi presenter, Isyana pernah mewawancarai nama-nama besar. Di antaranya Presiden Amerika Serikat George W. Bush dan Menlu AS Hillary Clinton. Isyana juga meng-interview bintang sepakbola seperti Cesc Fabregas, Robbie Fowler, Pep Guardiola, John Barnes, dan Allesandro Costacurta. Bahkan Isyana harus mendemonstrasikan kemampuannya berbahasa Prancis dan Spanyol saat mewawancarai pesepakbola Robert Pires dan Javier Janetti.

Pros

Isyana tak hanya mengikuti jejak nenek yang terjun ke politik. Kehidupan pribadi Isyana juga mirip orangtuanya yang menikah dengan pasangan beda agama. Bisa jadi latar belakang keluarga yang terbiasa dengan perbedaan itulah Isyana kerap bersemangat bicara toleransi. Ia fasih bicara soal keberagaman karena dirinya sendiri hidup dalam kebhinekaan.

Isyana kayaknya memang bukan yang tiba-tiba banting stir dari jurnalis menjadi politisi. Karena faktanya di PSI Isyana tercatat sebagai salah satu pendiri. Seperti kita ketahui, mendirikan partai tentu tak sesederhana mendaftar jadi caleg.

Naluri keibuan juga membuat Isyana concern terhadap masalah anak-anak. Dalam interview saat mendaftar jadi caleg PSI (serius pendiri partai diwawancara juga?), Isyana mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kesehatan mental anak-anak zaman sekarang yang digempur berbagai jenis informasi bebas via internet. 

Cons

TR cuma sangsi saja sih Isyana yang mengaku concern terhadap kesejahteraan anak-anak, tapi dirinya sendiri aktif di kepengurusan partai politik, plus calon anggota Dewan. Kalau memang nanti Isyana masuk Senayan, masih punya waktu cukup buat anak? Yang kita tahu, bekerja sebagai anggota DPR RI sangat menyita waktu.

TR sama sekali bukan bermaksud seksis dengan membebankan pengasuhan anak kepada Isyana hanya karena dirinya perempuan. Masalahnya, suami Isyana, George Albert Tulaar, juga bekerja. Entah bagaimana Isyana dan suami nanti membagi waktu untuk mengasuh anak. Jangan sampai nasib anak lain diperjuangkan, tapi mengorbankan anaknya sendiri.

Conclusion

Latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, dan memiliki leluhur yang juga berjasa besar untuk negeri, membuat kita mudah suka pada Isyana. Apalagi dengan penampilannya yang cantik. Pokoknya nyaris sempurna bak karakter protagonis wanita karier di opera sabun layar kaca.

Dengan usia muda, belum pernah masuk partai politik sebelumnya, dan bersih dari catatan korupsi, Isyana sebaiknya memang kita coblos di surat suara nanti. Biar makin dipenuhi orang-orang berkualitas di DPR.

***

Penilaian dalam unboxing ini berdasarkan hasil penelusuran Tim TR dari berbagai sumber. Kalau kamu punya informasi lebih yang belum kami sebutkan, tulis di kolom komentar sebelah kanan. Nanti tulisan akan kami update. Sebagai penghormatan, tentu saja nama kamu akan kami tulis sebagai narasumber. Setelah itu kamu boleh loh banggain kontribusimu dengan share tulisan ini di sosmed kamu. Biar teman kamu juga gak bingung lagi apa yang harus mereka pilih. Yuk saling bantu jadi pemilih cerdas.

Baca Unboxing Caleg lain:

Tina Talisa? Cek Keluarganya Deh

Pesan

    Teman Rakyat ini menggunakan cookie untuk memberi Anda pengalaman navigasi yang lebih baik di situs kami. Segera setelah Anda melanjutkan tur, kami menganggap Anda menerima kebijakan cookie. Pelajari lebih lanjut tentang kebijakan cookie yang kami gunakan here.