Hentikan Cyberbully Anak

Teknologi diciptakan untuk memudahkan manusia. Sayangnya, kemudahan yang didukung teknologi tak hanya pada hal-hal yang bermanfaat dan positif. Karena bersifat netral, teknologi pun memudahkan berbagai hal negatif. Bahkan kejahatan sekalipun.

Salah satunya adalah cyberbully.

Tentu kita boleh beropini. Kebebasan berpendapat dijamin undang-undang dan merupakan berkah hidup di alam demokrasi. Namun kebebasanmu berhenti saat mulai merugikan dan merusak pihak lain.

Bila memang merasa harus berpendapat, sampaikanlah dengan baik. Terutama bila sasaran “tembakmu” adalah anak-anak di bawah umur. Seperti yang terjadi belakangan ini pada seorang anak 13 tahun bernama Bowo Alpenliebe. Berkomentar dengan kata-kata kotor adalah sebuah kekerasan verbal.

Ingat. Anak-anak adalah anak-anak. Mereka tak memiliki mental sekuat manusia dewasa. Seperti fisiknya, mental mereka masih dalam tahap pertumbuhan. Berbuat konyol, caper, dan mungkin terlihat bodoh adalah wajar pada anak seusia mereka.

Jangan tertipu reaksi anak yang terlihat kuat. Dalamnya jiwa yang terluka tak kasat mata. Bahkan kalaupun si anak ternyata memang kuat menerima cercaan kasar, artinya si anak sudah tidak normal. Tak merasa tertekan menerima kata-kata kasar adalah indikasi tak sehat (untuk tidak menyebutnya gila).

Mari hentikan cyberbully. Anak-anak harus kita lindungi. Bukan dibully. Tunjukan dukunganmu dengan menandatangani petisi ini.

Reactions

    Teman Rakyat ini menggunakan cookie untuk memberi Anda pengalaman navigasi yang lebih baik di situs kami. Segera setelah Anda melanjutkan tur, kami menganggap Anda menerima kebijakan cookie. Pelajari lebih lanjut tentang kebijakan cookie yang kami gunakan here.