Tangkal Korupsi, Balik Lagi ke Sistem Perwakilan?

Tangkal Korupsi, Balik Lagi ke Sistem Perwakilan?

Biaya politik dalam sistem pemilihan langsung kepala daerah diakui KPK menyulitkan politisi mengembalikan modal pencalonan. Untuk menjadi seorang kepala daerah, dibutuhkan Rp20 miliar hingga Rp30 miliar. Modal politik tersebut mustahil dikembalikan politisi, kalau tidak korupsi.

Kenyataan ini disambut calon anggota legislatif DPRD Jawa Timur dari Partai Golkar Rucita Permatasari. Karena itu, menurut Rucita, sebaiknya sistem politik seperti dalam pemilihan langsung ini diubah. Ia mengatakan, model politik yang berlaku sebelumnya seperti sistem perwakilan di zaman Orde Baru sudah baik.

Apa yang kami pikir

Terdengar masuk akal ya mengganti sistem politik? Tapi masalahnya, akar persoalan bukanlah pada sistem. Melainkan mental manusia yang menjalankan sistem. Apapun sistemnya, modus korupsi akan ikut “menyesuaikan” selama mental korup masih menghinggapi sanubari.

Bisa jadi uang suap yang dikeluarkan memang lebih sedikit pada sistem perwakilan. Tapi korupsinya akan tetap ada. Menurut Teman bagaimana?

Langkah 1. teruskan dan beri komentar

teruskan dan beri komentar

Langkah 2. Salin di sini dan menangkan poin

Supporter's Comments

sul.esc12 wrote: Cukup kh sejahtera menghilangkan kau dari budaya jorupsi ? justru, sebaliknya bahwa semakin mendapatkan kesejahteraan, potensi untuk membangun "Jaringan Korupsi" akan semakin terbuka. ada problem di sistem kita, yah sistem kita harus banyak yang perlu dibenahi untuk menghilankan peluang2 si tamak melakukan praktik HARAMNYA !
08-04-2019, 14:40
tini wrote: intinya secara garis besar untuk memberantas korupsi sedini mungkin dimulai dari jiwa pribadi yg di didik oleh agama & di kemas dalam lingkungan yg memang dikelilingi orang2 yg berhati baik
14-02-2019, 15:41
tini wrote: selama jiwa2 anti korupsi tidak dibersihkan.korupsi akan tetap ada mski mungkin jumlahnya tidak banyak.dalam.konteks ini pendidikan agama sangat berperan membangun sikap seseorang untuk bisa bersikap jujur bersih ditambah lingkungan sosial yg sarat dengan norma h ukum & adat istiadat yg baik bisa memungkinkan hilangkan korupsi dimuka bumi.
14-02-2019, 15:41
Ajoes wrote: Sistem dewa sekalipun dipake akan ada saja yg korupsi, krn inti na adalah akhlak dan mental manusia itu sendiri
29-01-2019, 10:31
pembenci korupsi wrote: Mental maruk unsur2 pemerintahan harus dimusnahkan
29-01-2019, 10:21
Dien fahlevi wrote: Saya melakun share masalah kritik tidak sembarang meng share.karena setiap kritikan yang saya share benar adanya dan sesuai dengan data yang ada. Intinya pintar pintarlah mencari informasi agar tidak terhasut oleh kabar kabar hoax.
15-01-2019, 10:42
Azis wrote: Memang benar. Jangan semata-mata salahkan sistem, lalu diubah begitu saja. Karena, bagaimanapun peran manusia di sini adalah yang menciptakan dan menjalankan. Jadi, seharusnya yang harus di perbaiki terlebih dahulu adalah sistem diri pada manusia atau pada hal ini adalah mental manusia, bukan sistem politik yang sedang dijalankan. Benar juga, selama mental korupsi masih ada. Sesering apapun mengubah sistem, pasti tetap akan terjadi korupsi.
19-12-2018, 13:25

Lihat aksi lainnya