Salahkah Kader Partai Membangkang?

Salahkah Kader Partai Membangkang?

Sejumlah kader Partai Amanat Nasional (PAN) di daerah menolak mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Penyebabnya, kader PAN merasa pasangan tersebut dianggap tidak akan mendatangkan keuntungan bagi partai berlambang matahari itu. "Kalau kita sekarang keluar teriak-teriak (dukung) Pak Prabowo, yang dapat angin positifnya itu adalah Gerindra, bukan PAN," kata Sekjen PAN Eddy Soeparno.

Dan yang lebih menarik, Eddy menyebutkan, sejumlah caleg PAN mengaku tidak bisa terang-terangan mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga. Terlebih caleg-caleg di daerah. Sebabm para konstituen caleg di daerah tidak mendukung Prabowo-Sandi. Sampai-sampai, para caleg PAN meminta izin kepada elite partai, termasuk kepada Ketum PAN Zulkifli Hasan, untuk tidak mendukung Prabowo-Sandi.

"Sekarang di antara caleg-caleg kita yang berjuang di daerah ada yang mengatakan 'mohon maaf ketua umum, mohon maaf sekjen, tetapi saya di bawah mungkin tidak bisa terang-terangan berpartisipasi dalam pemenangan Pak Prabowo, karena konstituen saya tidak sejalan dengan itu, jadi ya mohon maaf'," papar Eddy menirukan suara para caleg.

Apa yang kami pikir

Di satu sisi, ini adalah cerita yang lucu. Keputusan pengurus pusat PAN mendukung Prabowo-Sandiaga tak digubris kader di daerah mencerminkan lemahnya kontrol partai tersebut terhadap anggotanya sendiri. Entah apa yang salah dan sejak kapan masalah ini bersemayam di tubuh partai besutan Amien Rais ini. Yang jelas, kejadian ini tak bagus untuk harga diri partai.

Ketidak-solidan bisa menular. Bukan tak mungkin, di masa mendatang kader-kader lain dari PAN yang setengah hati mendukung Prabowo-Sandiaga akan semakin berani melawan perintah pengurus pusat. Tak ada jalan lain sebetulnya, selain memberi sanksi tegas kader yang mbalelo; pecat. Tapi memecat para kader, apalagi kepada mereka yang sudah menjadi caleg, juga bukan langkah yang berkonsekuensi sederhana. Bisa-bisa, malah semakin menyulitkan PAN sendiri.

Di sisi lain, ini adalah cerita menyedihkan. Karena mencerminkan praktik politik di negeri ini yang sudah sangat pragmatis. Pilihan dukungan tak lagi didasarkan pada kesesuaian ideologi, atau visi dan misi. Melainkan sekadar perhitungan untung-rugi dan peluang memenangi kontestasi. Apalagi sering kali kompetisi politik di negeri ini menyeret identitas dan dalil-dalil agama sehingga menimbulkan kegaduhan dan perpecahan.

Kalau menurut Teman, bagaimana?

Langkah 1. teruskan dan beri komentar

teruskan dan beri komentar

Langkah 2. Salin di sini dan menangkan poin

Supporter's Comments

resa efendi wrote: lebih baik sebelumnya dikukan musyawarah di sebelumnya, namun sekarang sudah tidak bisa diubah, jadi PAN sebaiknya menerima dan berusaha
14-12-2018, 20:32
Bray wrote: Partai politik hanya mengedepankan egonya saja tidak kepentingan bersama sangat ironis
11-12-2018, 09:59
I Putu Sedana Oka wrote: Menurut saya pribadi, ini tidak ada salahnya sama sekali. Karena begini karena setiap kader baik itu oposisi jika ia merasakan hal yang aneh atau tidak benar dalam berkampanye ataupun mendukung paslon yang diusungnya, jelas ia akan membuka suara karena apa yang dipikirkannya tidak sejalan dengan paslon yang diusung dari partainya... karena yang saya tau juga kebebasan berpolitik pun masih berlaku sampai saat ini, jadi apa yang menurutnya sudah benar dalam menjalankan pemerintah ini harus tetap dilanjutkan tanpa adanya gangguan dari pihak2 lain.. dan saya tau juga disini saya sebagai anak muda sudah pasti tidak akan salah pilih karena sudah banyak fakta yang saya tahu dari kedua paslon ini yang akan melakukan pemilu 2019. Dan semoga apa yang benar/baik selalu jadi junjungan bahwa berpolitik tidak harus merasa terpaksa memilih mana yang menurut hati nunarinya benar2 tulus membangun negara beserta rakyatnya juga.. sekian dari saya apabila ada kata2 yang tidak berkenan dihati pembaca, mohon dimaafkan🙏
05-12-2018, 13:50
Haidar wrote: Menurut saya tidak salah ...... Karena apa? Kadang kader2 partai tidak setuju dengan pilihan partai tersebut hanya saja mereka takut dipecat karena melanggar tuntutan partai. Saya pribadi sangat mengapresiasi kader2 partai yang tidak setuju dengan pilihan partai lalu berani memilih pilihan yang lain. Asalkan tidak ada hubungannya dengan MONEY POLITIK artinya menang dari hatinya tulus memilih salah satu paslon misalnya meskipun beda dengan partainya silahkanlah, indonesia menang buruh orang2 yang berani
12-11-2018, 10:00

Lihat aksi lainnya