Rachel Maryam: Apa Bisa Warga Miskin Dikasih Makan Infrastruktur?

Rachel Maryam: Apa Bisa Warga Miskin Dikasih Makan Infrastruktur?

Pemerintahan Presiden Joko Widodo rupanya akan dikenang sebagai presiden yang giat membangun infrastruktur Indonesia. Maklum, setelah 70 tahun berdiri, infrastruktur negeri ini masih terbelakang. Terutama daerah luar Jawa.

Namun tak semua senang dengan kebijakan ini. Politikus Gerindra Rachel Maryam, misalnya. Alih-alih, Rachel menilai Presiden salah dalam mengelola negara.

"Masyarakat menangah ke bawah begitu merasakan kegagalan pemerintahan saat ini. Pemerintah bisa membanggakan pembangunan di mana-mana, tol, LRT dan sebagainnya. Tetapi kurang memperhatikan pembangunan manusiannya. Apakah iya anak-anak masyarakat miskin bisa dikasih makan semen, tol? Apakah bisa dikasih makan Aspal," kata Rachel saat bertemu relawan Prabowo di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 15 Agustus 2018.

Apa yang kami pikir

Memang, namanya oposisi pasti mencari-cari kelemahan pemerintah. Karena itu ocehan Rachel Maryam adalah lumrah dalam kehidupan berdemokrasi. Pun bahwa sebuah pemerintahan punya kelemahan adalah sebuah keniscayaan. Maka, bukan sebuah hal luar biasa bila kita menemukan kelemahan dalam pemerintahan Jokowi sekarang.

Namun mengutuk pembangunan infrastruktur di negeri yang selama ini memang tertinggal, adalah kesesatan berpikir. Ketertinggalan infrastruktur-lah yang membuat masyarakat Papua tak bisa menikmati harga bahan bakar minyak (BBM) semurah di daerah lain. Saat BBM mahal, otomatis bahan kebutuhan tak bisa didistribusikan ke semua penjuru pulau secara murah. Alhasil, segalanya serba mahal. Mau membangun manusia seperti apa sih bila harga kebutuhan pokok di Papua 10 kali lipat Jawa?

Kita sudah terlalu sering mendengar anak-anak di pelosok harus menempuh jarak belasan kilometer hanya untuk mengecap setetes pendidikan dasar. Jarak itu pun harus dilalui dengan meniti seutas tali baja dari jembatan yang rusak. Atau bahkan harus buka sepatu dan pakaian melintasi sungai karena tak ada jembatan sama sekali. Mau membangun manusia seperti apa sih kalau untuk mencapai sekolah saja harus bertaruh nyawa?

Banyak kelemahan pada pemerintahan Jokowi. Namun ingat, sebuah pemerintahan hanya punya waktu 5 atau 10 tahun. Dalam kurun waktu sesingkat itu, pemerintah harus menetapkan prioritas. Prioritas yang dipilih Jokowi saat ini adalah infrastruktur. Karena tanpa infrastruktur yang baik, sulit membawa masyarakat ke tingkat lebih tinggi. Pembangunan infrastruktur pun masih berlangsung. Sehingga efek harga murah, akses pendidikan yang mudah, dan masyarakat yang semakin beradab membutuhkan proses.

Bila pembangunan infrastruktur tersebut sudah merata, maka bolehlah kita permasalahkan soal pembangunan manusia. Mungkin kesempatan itu nanti tiba jika bos Rachel, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terpilih menjadi Presiden. Namun sebelum saat itu datang, bangunlah negeri ini dengan menjadi politikus oposisi yang sedikit lebih cerdas.

Langkah 1. teruskan dan beri komentar

teruskan dan beri komentar

Langkah 2. Salin di sini dan menangkan poin

Supporter's Comments

heru wrote: menurut saya benar,karna infrastruktur itu tdk sampai ke masyarakat miskin, sy beri contoh di daerah perkampungan sy,dsini 90 persen masyarakat desa nya miskin,bagaimana mreka menikmati apa yg di bangun oleh pemerintah,jangan kan mau lewat tol,mau keluar ke kotapun mreka hampir gak pernah lg karna keterbatasan uang,karna mreka hidup dr hasil tani,beda sekali di jaman pak harto dulu,mereka selalu bisa membeli kebutuhan mereka dan jalan2,karna seperti hasil bumi karet dan lada misalkan,harganya masih tinggi,gaji mereka melebihi pns dulu perbulannya,tp skrng,makin sulit, hanya pas2an makan, itupun kdng perlu bon d warung stelah wktu panen atau jual karet baru bayar,tp pemerintah dan orng menegah ke atas mana tau penderitaan,karna mreka lebih mentingi infrastruktur jalan untuk mreka agar cepat sampai ke tujuan, mreka melupakan rakyat miskin,dan akibat tol nambah pengangguran,karna dagangan di pinggir jalan yg biasa di lalui tdk ada lg pembeli yg mampir, karna mreka sudah lewat tol,ahirnya tutup dan nganggur, sy suka banyak di lapangan menyaksikan dan berbicara langsung dengan mreka,karna sy seorang pembisnis, sy miris melihat politisi yg sll membenarkan pemerintah,demokrasi seakan rusak karna tingkah ke kanak2an mreka,saat di kritik justru mereka marah,padahal kami rakyat yg membayar mreka,stiap kendaraan sy bayar pajak, sy jg bayar pajak stiap masukin barang di pabrik ,juga pajak pembangunan dll sll sy bayar,jd kalau presiden skrng memang sangat gagal, sy brani bertanggung jwb penuh atas pernyataan sy,dan sy sll bsa membuktikan,sy di lampung utara sungkai selatan bunga mayang
14-02-2019, 15:44
Ritus wrote: Pembangunan Infrastruktur sih sah-sah saja.... Tapi lebih bermanfaat juga kalau manusianya dibangun. Bukankah dulu belanda yang kita sebut penjajah atau soeharto yang disebut dikator itu juga banyak membangun jalan? So, jalan dibangun untuk siapa? Rakyat bawah? Atau memuluskan jalannya investasi, yang pada akhirnya mengusir rakyat dari tempat tinggalnya?
14-02-2019, 15:43
Sindy wrote: Tidak memberi makan secara langsung! Tetapi distribusi makanan dan fasilitas pendukung kehidupan akan lebih menjangkau rakyat pedalaman yg masih sulit dengan adanya infrastruktur. Rachel Maryam saya rasa tidak berpikir secara holistik mengenai hal itu.
07-01-2019, 15:13
Ubed wrote: Hmmm dia kan dari pihak oposisi jadi ya gitu pola pikirnya, tp kalu menurut saya, memang gak bisa lah masak rakyat mau dikasih makan beton alias infratruktur. Tapi substansi nya kan pembangunan infrastruktur juga kan untuk mobilitas rakyat, dunia usaha & industri. Memang hasilnya tak bisa dirasakan secara langsung oleh rakyat kecil tapi pembangunan ini memberikan potensi agar terciptanya keadilan sosial, agar daerah2 yang selama ini terbelakang bisa menyusul daerah2 lain yang sudah berkembang (terjadi pemerataan pembangunan), nah dari situ diharapkan agar ekonomi masyarakat nya meningkat karena mudahnya akses bagi masyarakat/usaha&industri untuk melakukan kegiatan ekonomi.
04-01-2019, 10:03
Ananda Gema wrote: Infrastruktur penting untuk menopang kegiatan ekonomi, dan infrastruktur yang baik akan memberi kan manfaat jangka panjang bagi perekonomian negara, namun sebaik nya pemerintah kedepan juga harus memerhatikan dampak sosial dari pembangunan infrastruktur, karena pembangunan dilakukan bukan diruang kosong, aspek aspek humaniti juga harus diperhatikan, dan seterusnya pembangunan juga harus memperhatikan dampak lingkungan yang diakibatkan oleh proses pembangunan itu sendiri, pembangunan yang baik tidak semata berorientasikan pada tujuan tapi juga proses dan dampak nya apakah itu sosial ataupun lingkungan.
19-12-2018, 13:25
Gilja wrote: Infrastruktur jalan untuk menujuh ekonomi bangsa yang lebih maju, jika infrastruktur tidk layak maka ekonomi kurang berjalan
14-12-2018, 20:32
Vicky wrote: Infrastruktur boleh saja terus berjalan, tetapi para pemimpin daerah nya yang seakan masih diam ditempat, masalah sosial , pendidikan , hukum hingga birokrasi yang carut marut, jangan hanya mengandalkan presiden saja, justru pemimpin daerah lah yang harus bekerja secara nyata.
14-12-2018, 20:32
Qadri wrote: Nggak salah sih, kan negara kita bisa dibilang tertinggal dalam segi infrastuktur. Tapi kan itu cuma manfaat jangka panjang. Emang sih sudah ada KIS, KIP, dan rastra tapi saya rasa program untuk manfaat jangka pendek buat masyarakat khususnya rakyat miskin perlu dimaksimalin lagi deh.
11-12-2018, 09:32
micloberlin wrote: awal dari segala pembangunan yang berkelanjutan adalah dimulai dari pembangunan infrastruktur jalan. bagaimana pemerintah dapat mengalokasikan secara nyata pembangunan di bidang pangan maupun sektor lainnya kalau jalan tidak dibenahi. pemerintahan kolonial belanda pada zaman VOC untuk mempelancar perang dan pertumbuhan dagang pada saat itu adalah dimulai dengan dibangunnya infrastruktur jalan dari Anyer- panarukan. karena jika akses jalan dibenahi lebih dini otomatis pembangunan dibidang lainnya akan berkelanjutan juga,
14-11-2018, 15:21
Teddy wrote: Komentar
12-11-2018, 10:00
rizki wrote: baguslah jalanan baru bertambah jadi kemacetan berkurang, tapi jalanan lama yang berlubang tolong diperbaiki juga dong pak presiden.
12-11-2018, 10:00
Haidar wrote: Jangan bekukan arti dari infrastruktur. Banyak orang menyalahkan pemerintah karena sering membangun infrastruktur tanpa melihat kondisi ekonominya. Kata siapa? Apa bisa membangun perusahaan tanpa jalan?,apa bisa keluar negeri tanpa bandara dan pelabuhan?, apa bisa kapal kapal dinegara ini beroperasi tanpa pelabuhan? Salam waras #2019TetapJOKOWI
12-11-2018, 10:00
maul wrote: Lebih tepatnya pertanyaan makan itu sebenarnya makna relasional dari "dirasakan". Menurut kaca mata dari berbagai aspek, memang tidak bisa dinafikan bahwasanya pembangunan infrastruktur tidak bisa langsung dirasakan oleh kaum miskin. Namun, pada saat bersamaan tidak sedikit dari kalangan tersebut ikut kecipratan rezeki denga banyaknya perekrutan anngota tenaga kerja dilokasi pembangunan infrastruktur tersebut. lebih ajuhnya orang yang dekat denga orang yang jauh bisa merasakan kebahagiian. Baik dari segi kebanggaan terhadap pencapain bangsa, maupun hal yang tadi saya sebutkan.
12-11-2018, 10:00
Rosa wrote: Pemikiran Pak Jokowi tentang pembangunan infrastruktur pada saat ini terutama di daerah terpencil seperti papua tentunya sangat baik, sekarang yang perlu dilakukan pemerintah adalah mengawasi pengerjaan tersebut agar orang2 yang dipercayakan untuk menjalankan amanah tersebut tidak menyeleweng karena yang lumrah terjadi di indonesia adalah rencana dan pemikirannya cemerlang tetapi pengerjaannya tidak cemerlang, serta lebih aktif mencari wilayah2 yang terpenci lainya bukan hanya papua, agar tidak terjadi cemburu sosial antar masyarakat. Mengapa demukian di daerah saya pedalaman kalimantan barat tepatnya kecamatan Serawai berpuluh2 tahun juga jalan sangat tidak memadai, tanah kuning, dan berkolam2. Mohon pemerataan bagi seluruh wilayah Indonesia.
12-11-2018, 10:00
Dion wrote: Menurut pendapat saya,saya kurang setuju dengan hal ini, bahwasannya bukan berarti saya menyalahkan pemerintah, program pemerintah memang telah bagus, tapi seharusnya pemerintah itu tidak timpang dalam menjalankan programnya, kalau waktu sesingkat itu memang berat, tapi ini bukan menyangkut lamanya masa jabatan tapi ini mengenai rakyat, rakyat telah memilih pemimpin yang benar benar menjadi harapan bagi mereka semua, jadi tak perlu harus memikirkan soal lamanya suatu jabatan, tapi soal mandat rakyat kepada pemimpinnya untuk menjalankan kebijakan yang merata bukan hanya infrastruktur saja,
12-11-2018, 09:59
Rey wrote: Akses transfortasi itu memang harus Tapi alangkah baikNya dimulai dari tingkat desa terlebih dahulu, optimalkan Karena menurut saya pertumbuhan ekonomi itu berawal dari desa Sesuatu yang besar itu berawal dari yang kecil Contoh, ketika membangun sesuatu yang besar, dengan mengenyampingkan yang kecil, ibarat suatu bangunan megah dengan pondasi yang lemah, tanpa menunggu lama, bangunan tersebut akan rubuh
08-11-2018, 11:24
Ical Wahab wrote: Inilah kesalahan pada rezim sekarang, lebih mementingkan kemegahan dan kemewahan dibandingkan dengan kemaslahatan masyarakat sebagaimana yang tertuang dalam Pancasila sila ke 5, pada kenyataannya sampai hari ini kita bisa menilai dan melihat betapa pemerintah hanya fokus pada pengembangan yang monoton pada infrastruktur sementara masyarakat yang masih butuh banyak bantuan hidup melarat tak pernah dihiraukan. Perlu kiranya pemerintah memahami situasi sekarang diluar sana masih banyak keluarga dan masyarakat yang serba kekurangan, infrastruktur harap dinomorduakan
08-11-2018, 11:23
Andi wrote: infrastruktur jangka pendek pasti tdk kelihatan manfaatnya,tp otomatis akan menjadikan suatu negara pasti lebih maju lagi dari sebelumnya,tinggal masyarakatnya aja perlu kesadaran n kesabaran.
05-11-2018, 10:14
Tarmin wrote: Menurut saya rakyat miskin itu tidak hanya diberi diberikan infrastruktur saja.. tetapi harus ada hal lain.. karena mereka itu ingin sejahtera bukan negara yg maju.. :)
05-11-2018, 10:14
Alit wrote: Saya setuju kalau infrastruktur prioritas negara karena ada nya akses akan mudah membuat masyarakat kecil menjadi mudah untuk kenyamanan dan kelancaranya sehari hari
05-11-2018, 10:14
Faris IR wrote: Sepatutnya kita mampu berpikir leluasa dan berpikir maju. Pembangunan infrasturktur bukanlah untuk dinikmati secara langsung, namun coba kita pikirkan perkembangan yang dihasilkan dari pembangunan tersebut. Kemajuan ekonomi, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang lebih baik, mobilisasi yang bagus, semua adalah hasil jangka panjang dari pembangunan infrastuktur. Dari pemajuan infrastruktur, akan didapatkan penyaluran logistik yang lebih baik, tercipta ruang transaksi yang lebih banyak, pembangunan yang membawa banyak hal untuk masyarakat. Memang pembangunan yang dilakukan bukanlah pembangunan jangka pendek, melainkan untuk kedepan yang lebih baik. Namun bukan berarti pengembangan jangka pendek ditiadakan. Masih banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat untuk sekarang, tidak hanya untuk kedepannya.
05-11-2018, 10:14
miko hutapea wrote: ini salah satu pertanyaan yg menurut saya bkn seorang terpelajar,knpa saya bilang begitu?. memang betul infrastruktur tidak bisa memberi makan rakyat indonesia,tpi lihat,semakin bagi keadaan infrastruktur suatu negara barang-barang dan bahan-bahan untuk kebutuhan masyarakat dapat dgn cepat di akses tanpa memerlukan waktu yg lama. jdi infrastruktur salah satu hal yg hrus di bangun pemerintah bila ingin mensejahtrakan rakyat. Bagai mana cara nya memberi bahan2 kebutuhan di pelosok negri yg jauh ke dalam (hutan) ??? ... kalau tidak dgn cara membangun infrastruktur terlebi dahulu.
02-11-2018, 15:07
Bung wrote: Namanya juga politik pasti selalu saja ada jatuh menjatuhkan, tapi jika memurut saya ada benernya dengan bos Rachel. Kenapa harus infrastruktur terlebih dahulu ? Kenapa tidak kesejahteraannya yg di kedepankan? Saya tidak memihak ke kubu manapun, saya hanya ingin masyarakat indonesia maju bersama dan terutama bertoleransi tinggi terhadap golongan manapun, tetapi kritik memang penting karena dengan adanya kritik, tapi kritiknya yg harus membangun yah bukan malah mencemooh kan hehe
01-11-2018, 10:51
Aditya wrote: Good job
01-11-2018, 10:51

Lihat aksi lainnya