Parah, Tugu Antikorupsi Malah Dikorupsi

Parah, Tugu Antikorupsi Malah Dikorupsi

Seakut inikah korupsi di Indonesia? Hingga proyek pembangunan tugu antikorupsi di ruang terbuka hijau (RTH) dikorupsi sehingga merugikan negara Rp1,23 miliar. Sejatinya, tugu ini didirikan untuk mengingatkan agar pegawai negeri sipil lebih melayani masyarakat dan bersikap transparan.

Skandal yang terjadi pada akhir 2017 di Provinsi Riau ini dalam perkembangan terbarunya, menyeret 18 orang oknum pejabat plus swasta yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Apa yang kami pikir

Kasusnya memang sudah terjadi setahun lalu, dan sayangnya luput dari perhatian. Mungkin tenggelam dengan kasus-kasus korupsi dengan nilai lebih besar. Atau bisa juga tergeser oleh berita viral nan kontroversial lain. Wallahualam.

Padahal kasus ini tak kalah kontroversial. Karena kasus korupsi ini menyangkut pembangunan simbol antikorupsi itu sendiri. Perilaku koruptor di Riau ini secara telak melecehkan semua gerakan anti-korupsi yang selama ini kita jadikan musuh bersama.

Kalau bukan pelecehan, entah apa lagi namanya? Sebab kalau masih punya malu dan nalar sehat, apakah mereka akan tega “mengebiri” uang pembangunan tugu yang semestinya menjadi contoh keteladanan antikorupsi bagi masyarakat? Pastinya tidak. Semacam ada logika yang begeser dalam cara berpikir oknum-oknum pejabat tersebut saat bersepakat korupsi dana pembangunan tugu tersebut.

Tapi ngomong-ngomong kalau menurut kalian, enaknya diapain, ya, koruptor yang cacat logika kayak begitu? Hehehe.

Foto: Beritagar.id

Langkah 1. teruskan dan beri komentar

teruskan dan beri komentar

Langkah 2. Salin di sini dan menangkan poin

Supporter's Comments

LowHeart wrote: Kehidupan sehariannya low budget ya ? Sampai sampai tidak bersyukur dengan apa yang sudah diberikan kepada Tuhan untuk para klean oknum-oknum pejabat yang merasa kekuarangan. Sehingga menjilat uang uang yang tak seharusnya dijilat. Dihukum penjara saja tidak cukup !! #antikorupsi #basmikorupsi #pejabatmiskin
14-02-2019, 15:42
Ubed wrote: Katakan tidak pada korupsi.!! Korupsi memang menjadi momok yang menakutkan dinegara ini karena saking banyaknya korupsi molai tingkat yg paling bawah hingga bahkan di pemerintah pusat pun demikian.. Lalu hal apa yang harus dilakukan?? 1. Pencegahan : tindakan pencegahan harus dilakukan dengan memberikan pendidikan antikorupsi kepada seluruh masyarakat terutama generasi muda yg menjadi penerus bangsa dan juga kepada mereka yang bekerja di pemerintah, legislasi dan juga korporasi 2. Menguatkan dan mensinergikan institusi penegak hukum, jika saat ini KPK adalah ujung tombak maka harus diubah bahwa kepolisian dan kejaksaan juga harus memberikan peran yang lebih dalam penanganan korupsi 3. Hukuman yang berat bagi para koruptor, UU harus mengatur dengan tegas dan berat kepada para koruptor, jangan sampai hukuman bagi koruptor yang merugikan negara miliaran rupiah lebih ringan ketimbang pencuri sendal. Memang butuh waktu yang lama untuk menghilangkan korupsi namun tetap saja hal tersebut harus dipaksakan kepada seluruh masyarakat, aparat, dan pemerintah. Awalnya memang terpaksa - ntar akhirnya juga terbiasa - setelah itu baru akan menjadi kultur/budaya.
23-01-2019, 11:33
Syahrullah wrote: Ketika prilaku tercela seperti ini maka yang akan disalahkan adalah oknum yang melakukannya. Dipandang sebagai manusia tidak bermoral, tidak memiliki integritas, jiwa kemimpinannya yang tidak baik dan lain sebagainya. Tidak pernah sedikitpun dari kita yang menyalahkan diri sendiri. Memang demikian manusia diciptakan, ia tidak mungkin mau bahkan rela menyalahkan diri sendirinya Bangsa indonesia adalah milik kita semua, bukan hanya pejabat yang berwenang mengatur negara. Kita juga berhak. Bertahun yang lalu kita tahu bahwa yang sering melakukan korupsi adalah pejabat negara, baik tingkat desa maupun pusat. Dan kenapa ketika pejabat menjalankan sebuah proyek, kita diam sibuk memikirkan diri masing-masing. Kita seakan malu jika sekedar mengintip atau bertanya kepada mereka (pejabat) terkait dana yang dihabiskan. Seolah-olah pejabat adalah musuh rakyat yang tidak perlu kita ketahui meraka mau berbuat apa. Suatu kelompok akan sampai pada tujuannya ketika instrument dalam kelompok itu bergerak searah dan sejalan. Benar, rakyat orang kecil dimata pejabat tetapi sejelek-jeleknya pejabat punya hati, naluri baik untuk membantu. Seorang pejabat tentu punya rasa malu dalam hal demikian. Ibaratkannya seperti ini A punya banyak harta yang ingin dibagi-bagi, tetapi b(rakyat) menganggap 'alah gak mungkin dia bagi-bagi" sehingga terciptalah celah yang saling menjauh. Dan karena seperti itu, si A yang ingin berbagi-bagi diremehkan, akhirnya A mengambiln kembali harta yang ingin dibagikan. Dengan sikap B yang meremehkan maka A bertidak tidak sesuai keadilan. Marilah kita saling menjaga, baik pemerintah memakmurkan rakyat, rakyatpun ikut andil, baik bentuk kontrol terhadap program pejabat negara
15-01-2019, 10:58
Bung Emde wrote: Disinilah keserakahan-keserahan para pejabat yang bermental penjilat hak-hak rakyat. Lebih mirisnya lagi, persoalan rakyat kecil tak digubris, bedahal dengan rakyat besar (pemilik modal maupun penguasa). Persoalan sekecil apapun itu pasti langsung mendapatkan responsif yang sigap dan tanggap.
15-01-2019, 10:55
Haikal wrote: Hukumannya mati atau tidak seumur hidup dan satu penjaranya tolong jangan di kasih enak!!! 👍
07-01-2019, 15:16
Sindy wrote: Sungguh miris sekali. Korupsi terus terjadi seperti ini karena tidak ada efek jera bagi para pelaku. Kalau saya sendiri lebih setuju untuk membuat regulasi baru sebagai hukuman bagi mereka yakni: 1) Memiskinkan harta dari koruptor sampai taraf hidup minimal, 2) cabut hak politik/hak menjadi pegawai negara, 3) pengasingan untuk koruptor dan keluarganya. Krn kemungkinan besar ada beban moral apabila pihak "yg berniat mau mencuri" ingin melakukan tindakannya, krn hukumannya akan berdampak langsung bagi keluarganya juga.
04-01-2019, 10:03
Ida wrote: Jika dipenjara saja tak membuat para koruptor jera, alangkah lebih baiknya disuntik mati saja. Karena sesuatu yang sifatnya merugikan itu harus disingkirkan!.
02-01-2019, 14:00
Vici wrote: Hanya ada dua pilihan untuk para pelaku korpusi, hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati. Karena akar dari kesengsaraan masyarakat Indonesia adalah korupsi.
02-01-2019, 13:58
Gisela wrote: Daridulu selalu pengen supaya hukuman koruptor ini dimiskinkan dan dicabut hak politiknya selama-lamanya.
02-01-2019, 13:57
Achmad wrote: namanya saja anti korupsi munkin kalau di indonesia ini gak korupsi gak asik soalnya sudah budaya korupsi indonesia hukum saja gak mumpan di indonesia ini
02-01-2019, 13:55
Panya wrote: Koruptor itu cocoknya dihukum mati atau dihukum gantung. Itulah cara yang paling signifikan untuk meminimalisir adanya KKN. Maka dari itu masyarakat seharusnya meminta dengan tegas kepada DPR atau Presiden untuk membuat UU hukuman mati atau hukuman gantung bagi pelaku KKN. Terimakasih
28-12-2018, 12:03
Riana wrote: Diberi hukuman mati, dan pemerintah seharusnya mengundangkan UU hukuman mati bagi para pelaku koruptor
27-12-2018, 13:52
Antarullah wrote: Bagaimana mencari pemimpin dengan hemat dan bebas korupsi, di tengah kondisi kepartaian berbiaya mahal tapi miskin legitimasi.Dalam kondisi darurat korupsi, pejabat negara tetap mencuri silih berganti. Sebanyak koruptor masuk penjara, sebanyak itu pula regenerasinya menggarong negara.Anda tidak perlu angkat senjata ke medan perang seperti jaman dulu, Anda cukup jangan korupsi saja itu sudah cukup bagi kami. Mungkin suatu hari tak adalagi cara membasmi para korupto2 ini!. Yg hanya mementingkan duniawi mereka saja!!
26-12-2018, 11:04
Firman wrote: Iya gimana kaga korupsi pastinya ada kesempatan, kenapa bisa korupsi pasti donk kaga sendiri Iya kan, di negeri kita ini dari dulu sampai sekarang pasti itu kalo OTT korupsi selalu bareng bareng. Karena apa kurangnya kesadaran
26-12-2018, 11:04
Novi dwi cahyono wrote: Kebiri
26-12-2018, 11:04
Qoriah wrote: Menerima hukuman yang sesuai dengan prilakunya. Setelah menerima kemudian bacakan Yasin berjamaah u/ semua koruptor dan calon koruptor
26-12-2018, 11:04
Dejan wrote: Indonesia adalah negara dengan tingkat toleransi yang sangat tinggi namun yang menjadi masalah apakah kita juga harus bertoleransi dengan para si koruptor ini? Seharusnya para koruptor di berikan hukuman sesadis mungkin sesuai tingkat perbuatannya lalu di publikasikan biar yg lain jera dan tidak lagi berani dalam mengambil tindakan korup
26-12-2018, 11:03
Panji reza wrote: Hukum gantung/tembak mati para koruptor
26-12-2018, 11:03
Kuciang Dalang wrote: Harus dimiskinkan dan jangan kasih jabatan lagi. Ini sudah keterlaluan, katanya Tugu Antikorupsi, tapi malah dikorup juga. Orang-orang seperti ini seharusnya dimusnahkan, hal-hal seperti ini hanya akan merusak masa depan.
26-12-2018, 11:03
Mr. Shadows wrote: Miskinkan
21-12-2018, 17:56
Resa Efendi wrote: Ini persis seperti kata kata : "Dulu korupsi dilakukan di bawah meja, Kemarin korupsi dilakukan di atas meja, Sekarang mejanya yang dikorupsi" :) Ayo kita ingatkan kepada diri masing - masing untuk menolak korupsi.
21-12-2018, 14:26
Sugi wrote: Smoga hukum di negeri ini untuk para koruptor lebih dipertegas, jgn kasi kendor,,, Harapan agar diberikan hukuman mati untuk mereka, jgn hanya bandar narkoba hanya merugikan kalangan orang kaya, ttp para koruptor amat sangat merugikan dr kalangan bawah menengah keatas,,,
21-12-2018, 14:25
Husra wrote: Tugu tak merubah apa pun, jika pemain belum sadar akan buruknya perilaku. Jangankan simbol, tugu atau gerakan apapun. Jika hati sudah mati takkan ada lagi yang kan berarti
21-12-2018, 14:25
La Dino wrote: Politisi Indonesia bego-bego, kerjanya hanya menghabiskan uang dan imbasnya korupsi.
21-12-2018, 14:25

Lihat aksi lainnya