Pantaskah Capres Didukung Kelompok Radikal?

Pantaskah Capres Didukung Kelompok Radikal?

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Yaqut Cholil, menyatakan bahwa ada beberapa kelompok radikal yang mendukung salah satu pasangan capres. 

Apa yang kami pikir

Radikalisme tidaklah lebih dari sebuah fragmen masa lalu yang menghantui kita dari waktu ke waktu. Radikalisme sangat berbahaya karena bisa membuat orang-orang saling berhadapan seperti robot tanpa pikiran dan akal sehat. Karena itu, sudah semestinya radikalisme dikubur dalam-dalam dari peradaban. Tidak ada untungnya memelihara radikalisme yang mewakili sisi terburuk dari manusia. Jadi dengan kata lain, tidak ada tempat untuk radikalisme di Indonenesia. 

Pertanyaanya, kalau begitu pantaskah pasangan capres yang akan memimpin Indonesia didukung oleh kelompok-kelompok radikal? Bukankah lebih baik kelompok-kelompok radikal itu dibubarkan saja?

Langkah 1. teruskan dan beri komentar

teruskan dan beri komentar

Langkah 2. Salin di sini dan menangkan poin

Supporter's Comments

Sicario wrote: Menurut saya pantas-pantas saja Capres didukung oleh siapapun, toh radikal ataupun tidak mereka juga tetap rakyat Indonesia yang mempunyai hak yang sama dengan rakyat lainnya. Ya kalau tidak mau dipimpin oleh pemimpin yang didukung oleh kaum radikal, kaum waras mesti mendukung pemimpin yang tidak dipilih oleh kaum radikal dong , toh saya yakin negeri ini lebih banyak yang waras daripada tidak.
09-04-2019, 19:25
Wilton wrote: Saya sempatkan menulis di kolom ini, wahai para manusia yang telah hidup di Indonesia,apakah kurang cukup 350 tahun dijajah? bukan main, jika anda begitu mudah memberikan pintu bagi mereka yang ingin merongrong Kesatuan kita NKRI, jangan seolah berbicara hak,Indonesia didirikan atas dasar Hak seluruh masyarakatnya, dikala itu Ir.Soekarno memilih mengganti Panitia 9, karena lebih banyak Idea dari orang yg Nasionalis dibanding paham Agama Islam, kemudia diganti 4 dari paham Islam dan 4 Paham Nasionalis, semua diminta pendapatnya baik dari NU dan Muhhamadiyah. Jadi jangan lagi anggap mudah begitu saja mengganti falsafah Ideologi kita.Karena telah dirumuskan, maka negara ini punya dasar yaitu Pancasila, jika diantara kamu punya paham selain Pancasila yang menjamin keberagaman maka sebaiknya pindah, negara ini sudah didirikan dengan sangat" dramatis.Radikal itu baik jikalau radikalnya itu radikal yang punya semangat sama" membangun peradapan bangsa yang punya moral.Namun Radikal yg sekarang ini lagi menghantui Indonesia adalah paham radikal yang ingin mencoba meruntuhkan persatuan kita, kebebasan berfikir itu dijamin tetapi buka kebebasan yg ingin menggiring sikap tidak cinta tanah air.Saya teringat ketika itu ada salah satu orang terpandang bagi kaum radikal, akan dinyatakan bebas, sontak saya kaget dengan pemberitaan itu,karena sampai pada syarat yg mutlak pun seorang Abu Bakar Ba'asyir untuk mengakui Pancasila tidak dipenuhi oleh beliau.Namun melihat perkembangan gejolak para punggawa" yang biasanya nyinyir terhadap Pemerintah seakan bungkam tanpa suara.Padahal itu adalah momentum besar untuk memenangkan perhelatan Pemilu 2019,bersamaan dengan itu akan dengan mudah naik dari citra Pemerintah,karna mudah saja sebenarnya, membangun opini atas bebasnya Abu Bakar.Kira" kenapa?? Telah sampailah media mengangkat panas isu ini ke permukaan, namun ternyata kedua kubu seakan Pro terkait kebebasan ini, yang pastinya dengan subtansi yang berbeda-beda dan tidak bisa dipungkiri ini Politik semata, bahkan ada kubu yang begitu semangatnya melakukan pembelaan kpd Abu Bakar agar segera dilepaskan.Jadi,mari pahami bagaimana sebenarnya ada banyak upaya" untuk berkonsolidasi lewat perpolitikan agar sedikit diberikan ruang? bagi saya itu bukan sekedar pintu yg dibuka kecil tapi sudah pada tahap membuka selebar"nya bagi paham" ekstrimis berlaku di Indonesia.Jika engkau masih cinta Indoonesia atau lebih kerasnya jika engkau masih menganggap manusia manusia lainnya adalah manusia, maka semangatnya kita haruslah semangat untuk bersama" dengan segala keberagamannya,punya sikap kesatuan menuju Indonesia yang lebih maju,hebat dan beradap.Merdeka!!
08-04-2019, 14:50
Res wrote: Seluruh warga negara Indonesia memiliki hak yang sama dalam melakukan pemilihan calon pemimpin negara mereka. Kita semua lahir di negara yang sama, makan nasi yang sama, dan fasih dalam menggunakan bahasa Indonesia. Namun lingkungan yang beragam satu dengan yang lainnya tentu akan membangun sifat dan karakter orang tersebut. Alhasil banyak dari mereka yang berkumpul membentuk sebuah kelompok "eksklusif", contohnya kelompok radikal. Menurut pandangan saya, mereka berhak untuk mendukung siapa saja yang menjadi pilihan mereka, namun mengingat radikalisme yang merajalela berpotensi merusak sekelilingnya, tentu kita sebagai kaum Muda juga harus proaktif dalam menekan nilai nilai radikalisme di Indonesia. Saya yakin banyak kaum Muda yang masih memiliki pemikiran yang sangat cemerlang,dan dapat mengarahkan rakyat Indonesia untuk menjauhi dan tidak mudah terpengaruh terhadal nilai-nilai radikalisme di Indonesia.
08-04-2019, 14:50
Sicario wrote: Menurut saya pantas pantas saja capres yang didukung oleh kaum radikal , toh kaum radikal kan juga masyarakat indonesia yang memiliki hak yang sama dengan masyarakat lainnya. Hanya saja jika kita tidak ingin dipimpin oleh capres yang didukung oleh kaum radikal , maka kaum waras ya tinggal pilih pemimpin atau capres yang tidak didukung oleh kaum radikal. Saya yakin negeri ini masih lebih banyak kaum waras daripada yang radikal/tidak waras.
08-04-2019, 14:21
Scanidin Dinspas wrote: 😓Apa jadinya bila kelompok & paham radikal menguasai negri ini dengan mendompleng (Memanfaatkan) dukungan lewat Capres lain?!Saya kuwatir ,bagaimana masa depan NKRI dengan UUD & Pancasila-nya.Jangan sampe,negara ini rusak seoerti negara2 Timur Tengah,khususnya Suriah yang mengalami kemelut berkepanjangan,karena tiadanya hidup toleransi di negara tersebut,padahal negeri lndonesia ini penuh kemajemukan & secara kultur budaya,berbeda dengan kondisi di negara2 kawasan Timur Tengah.Kita rakyat lndonesia wajib menjaga keutuhan NKRI dengan menolak segala macam bentuk paham radikal,yang bermaksud/berniat merubah haluan negara,sebelum hal2 yang tak di inginkan terjadi.Karenanya,tolak & jangan pilih Paslon,yang dibelakangnya ada Ormas & gerakan radikal,demi NKRI berdaulat serta bermartabat🙏
26-03-2019, 14:35
Siapake wrote: You lose everything, you win the war you're hero. You lose everything, you lose the war you're just a pool. Itu sih yang namanya kompetisi, soal gmna saya nyikapin salah satu capres diindikasi didukung oleh kelompok radikal menurut saya keduanya didikung oleh kelompok paham radikal. Sampai saatnya terdengar istilah untuk memerangi iblis sebaiknya orang baik tidak melakukan apapun.
19-03-2019, 10:30
Suprat wrote: Kita harus mencegah menangnya kelompok" radikalis,karena akan sangat kacau jika negara ini dikuasai kelompok radikalis. Kita wajib pintar memilih capres yang berprestasi,mengamalkan Pancasila,dan cinta pada NKRI,bukan yang mau memecah belah NKRI.
14-03-2019, 18:16
Naufal wrote: Jika kelak si capres yg didukung kelompok radikalisme menang, konsekuensinya para kelompok radikalis ini akan lebih leluasa melancarkan aksinya. Maka dari itu kita harus mencegahnya
04-03-2019, 15:09
Bergkah wrote: Radikalisme tidaklah lebih dari sebuah fragmen masa lalu yang
21-02-2019, 17:39
sindy wrote: Tidak bisa. Krn negara ini multikultur.
21-02-2019, 12:58
HBN wrote: Jelas tidak pantas, kalau pemimpin nya dukung kaum radikal, sama saja pemimpin nya juga radikal. Sederhananya baik buruk suatu negara bergantung pada pemimpin jika buruk diatasnya akan berdampak yang dibawahnya. Sekarang negara kita malah sebaliknya yg baik disalahkan yg tidak baik dibela.
18-02-2019, 10:44
Alfred wrote: Berbicara terkait masyarakat.Ini suatu polemik yg belum sesuai akan nilai2 pancasila.mari sebagai kaum intelektual kita sama2 untuk membangun negeri utuk lebih baik.Merdeka
18-02-2019, 10:43
Alfred wrote: Bicara terkait radikalisme itu sepantasnya harus di bangkitkan kembali.karena bicara terkait radikal bukan hnya di pandang dari sisi negatifnya sja melain sisi positifnya.Karena setiap kalangan elite yg dapat kita ketahui bersama saat ini masih banyak yg blm menyadari akan ketertindasan di kalangan.Nah dari itu sebagai pemuda harus berpikir secara radikal,konsisten dan bermakna bagi kalangan masyarakat. Kalau soal capres untuk apa di dukung dari kalangan radikalisme.karena radikal berpikir itu harus independen di dalam memilah pemimpin yg pantas untuk mempin bangsa ini.Slam juang✊
18-02-2019, 10:43
Rizky wrote: Sudah tentu tidak pantas seorang calon pemimpin bangsa indonesia, karena kelompok radikal bisa menimbulkan perpecahan antarsuku,budaya, dan agama. Karena Indonesia adalah negara yang majemuk karena terdapat beragamnya budaya, suku, dan agama, maka para kaum ektremis dan radikal pasti akan merusak persatuan dan kesatuan bangsa.
18-02-2019, 10:43

Lihat aksi lainnya