Pantaskah Capres Didukung Kelompok Radikal?

Pantaskah Capres Didukung Kelompok Radikal?

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Yaqut Cholil, menyatakan bahwa ada beberapa kelompok radikal yang mendukung salah satu pasangan capres. 

Apa yang kami pikir

Radikalisme tidaklah lebih dari sebuah fragmen masa lalu yang menghantui kita dari waktu ke waktu. Radikalisme sangat berbahaya karena bisa membuat orang-orang saling berhadapan seperti robot tanpa pikiran dan akal sehat. Karena itu, sudah semestinya radikalisme dikubur dalam-dalam dari peradaban. Tidak ada untungnya memelihara radikalisme yang mewakili sisi terburuk dari manusia. Jadi dengan kata lain, tidak ada tempat untuk radikalisme di Indonenesia. 

Pertanyaanya, kalau begitu pantaskah pasangan capres yang akan memimpin Indonesia didukung oleh kelompok-kelompok radikal? Bukankah lebih baik kelompok-kelompok radikal itu dibubarkan saja?

Langkah 1. teruskan dan beri komentar

teruskan dan beri komentar

Langkah 2. Salin di sini dan menangkan poin

Supporter's Comments

Siapake wrote: You lose everything, you win the war you're hero. You lose everything, you lose the war you're just a pool. Itu sih yang namanya kompetisi, soal gmna saya nyikapin salah satu capres diindikasi didukung oleh kelompok radikal menurut saya keduanya didikung oleh kelompok paham radikal. Sampai saatnya terdengar istilah untuk memerangi iblis sebaiknya orang baik tidak melakukan apapun.
19-03-2019, 10:30
Suprat wrote: Kita harus mencegah menangnya kelompok" radikalis,karena akan sangat kacau jika negara ini dikuasai kelompok radikalis. Kita wajib pintar memilih capres yang berprestasi,mengamalkan Pancasila,dan cinta pada NKRI,bukan yang mau memecah belah NKRI.
14-03-2019, 18:16
Naufal wrote: Jika kelak si capres yg didukung kelompok radikalisme menang, konsekuensinya para kelompok radikalis ini akan lebih leluasa melancarkan aksinya. Maka dari itu kita harus mencegahnya
04-03-2019, 15:09
Bergkah wrote: Radikalisme tidaklah lebih dari sebuah fragmen masa lalu yang
21-02-2019, 17:39
sindy wrote: Tidak bisa. Krn negara ini multikultur.
21-02-2019, 12:58
HBN wrote: Jelas tidak pantas, kalau pemimpin nya dukung kaum radikal, sama saja pemimpin nya juga radikal. Sederhananya baik buruk suatu negara bergantung pada pemimpin jika buruk diatasnya akan berdampak yang dibawahnya. Sekarang negara kita malah sebaliknya yg baik disalahkan yg tidak baik dibela.
18-02-2019, 10:44
Alfred wrote: Berbicara terkait masyarakat.Ini suatu polemik yg belum sesuai akan nilai2 pancasila.mari sebagai kaum intelektual kita sama2 untuk membangun negeri utuk lebih baik.Merdeka
18-02-2019, 10:43
Alfred wrote: Bicara terkait radikalisme itu sepantasnya harus di bangkitkan kembali.karena bicara terkait radikal bukan hnya di pandang dari sisi negatifnya sja melain sisi positifnya.Karena setiap kalangan elite yg dapat kita ketahui bersama saat ini masih banyak yg blm menyadari akan ketertindasan di kalangan.Nah dari itu sebagai pemuda harus berpikir secara radikal,konsisten dan bermakna bagi kalangan masyarakat. Kalau soal capres untuk apa di dukung dari kalangan radikalisme.karena radikal berpikir itu harus independen di dalam memilah pemimpin yg pantas untuk mempin bangsa ini.Slam juangāœŠ
18-02-2019, 10:43
Rizky wrote: Sudah tentu tidak pantas seorang calon pemimpin bangsa indonesia, karena kelompok radikal bisa menimbulkan perpecahan antarsuku,budaya, dan agama. Karena Indonesia adalah negara yang majemuk karena terdapat beragamnya budaya, suku, dan agama, maka para kaum ektremis dan radikal pasti akan merusak persatuan dan kesatuan bangsa.
18-02-2019, 10:43

Lihat aksi lainnya