Logika Ahmad Dhani Tuntut Hukuman Lebih Ringan

Logika Ahmad Dhani Tuntut Hukuman Lebih Ringan

Musisi Ahmad Dhani memohon jaksa penuntut umum (JPU) tidak menuntut hukuman pada dirinya lebih tinggi dari Basuki Tjahaja Purnama. 

"Saya mohon kepada JPU supaya tuntutannya jangan lebih daripada Ahok," kata Dhani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Usai disidang, Dhani mengungkapkan alasan permohonanannya itu. "Saya minta kepada jaksa supaya menuntut saya jangan lebih dari Ahok, karena Ahok lebih berat. Masa Ahok sudah bikin heboh se-Indonesia sampai jutaan orang datang ke Jakarta hanya untuk tuntut Ahok, (lalu) saya dituntut lebih dari Ahok, kan nggak mungkin. Secara logika itu kan menghina logika hukum Indonesia," kata Dhani.

Apa yang kami pikir

Logika hukum yang bagaimana sih yang mengatakan tuntutan hukuman menjadi lebih berat kalau didemo lebih banyak banyak orang?

Menurut Teman, gimana? Ada yang bisa kasih argumen hukum kenapa Dhani berpikir demikian?

Langkah 1. teruskan dan beri komentar

teruskan dan beri komentar

Langkah 2. Salin di sini dan menangkan poin

Supporter's Comments

AWAN wrote: Mungkin salah satu sifat manusia yang sangat melekat ketika fanatisme sudah menyetir logika. Maka logika mendasar tidak lagi terpakai.
29-01-2019, 10:37
Agoesfly wrote: Kalau mengikuti logika berpikir si Dhani bisa kacau Pengadilan disemua tempat. Alasan karena di demo atau tidaknya seharus hukum itu Netral tanpa ada intervensi apapun itu.
29-01-2019, 10:32
Tombili wrote: Mungkin Asas yg dipake secara Sederhana adalah Vox populis Vox Dei "Suara Rakyat adalah Suara Tuhan" Dalam Demokrasi Dimana Massa menggunakan Hak suaranya Untuk menuntut tegaknya sebuah Hukum. Asas ini digunakan dalam tatanan hukum Anglo Saxon sistem peradilan kejurian. Dimana hakim mempertimbangkan suara Juri. Tidak masalah ahmad Dhani memohon seperti itu sebagai Hak Suara. Akan tetapi Hukum jg memiliki asas" Equality before The law " Semua Sama dimata Hukum tanpa memandang Status,jenis kelamin,ras dan agama. Jadi tergantung putusan Hakim.
29-01-2019, 10:29
Ubed wrote: Dia mah gak ngerti hukum kalo gitu, hukum bukan ditentukan dengan kalkulasi hitungan massa yang berdemo. Semua ada aturannya ikuti saja prosesnya kalo gak bersalah ya bakal dibebaskan tp kalo bersalah ya harus terima hukuman ya mas dhani..
23-01-2019, 11:34
Salman wrote: Semuanya sudah diatur dalam konstitusi baik hukum perdata atau pidana soal tingkatan hukuman. Jumlah massa tidak mempengaruhi beratnya hukuman karna acuan kita konstitusi UU yang ada.
15-01-2019, 10:47
Sofi wrote: Ahmad dani merasa bahwa kesalahan yang telah ia perbuat tidak lebih besar dari apa yang telah diperbuat Ahok karena mengguncangkan seluruh Rakyat Indonesia, dan kesalahannya lebih vital karena menyangkut penistaan agama.
07-01-2019, 15:15
Fara wrote: Biasanya seorang yang bersalah, takut akan hukuman yang sudah ditetapkan. Orang yang tidak bersalah pasti akan menerima hukuman dengan tenang. AD sebaiknya berpikir positif saja, dan kurangi menghina orang.
07-01-2019, 15:14
Ignatius Engga wrote: Menurut saya pribadi sebagai orang awam saya rasa tidak ada hubungannya antara hukum dan kuantitas pendemo/demontrans..karena hukum itu berlaku berdasarkan perbuatan seseorang.
07-01-2019, 15:13
choky wrote: Jika kita ikut memikirkan jalan pikiran dan logika Ahmad Dhani ini makan kita pun bisa jadi berlogikakan seperti dia. Yang kita perlu beri dukungan para penegak hukum bersidang seadil nya tanpa terpengaruh dengan isu pembalasan atas vonis Ahok, dan memutuskan dan menghukum dhani agar memberi efek jera buat dia dan yang lainnya.
04-01-2019, 10:04
Sindy wrote: Ahmad Dhani menurut saya harus mengikuti prosedur hukum yg berlaku, dan tidak usah banyak berprasangka negatif.
04-01-2019, 10:02
Lita wrote: Dhani mempunyai pemikiran demikian karena dia tau bahwa dia salah, jadi dia mencari cela agar apa yang menimpanya ada pengalihan isu.
02-01-2019, 14:01
Syamsul wrote: Karna mungkin dia mikir bahwa apa yg dikatakan mas ahmad dhani itu tdk sebanding dengan apa yg dikatakan pak ahok,karna kita ketahui sendiri posisi pak ahok waktu itu dia sebagai pemimpin jakarta ,sudah jelas masyarakat pasti akan banyak yg mendemo,tapi semuanya kita kembalikan kepada pihak hukum saja,karna pihak hukum yg tahu itu semua
02-01-2019, 13:59
Vici wrote: Kadang logika AD gak masuk logikanya banyak orang. Heran gitu loh, di twitter padahal sering bgt menghina golongan tertentu, yang mana sama saja dengan menistakan.
02-01-2019, 13:58
Verel wrote: Ahmad Dhani itu ga ngerti. Adalah "haram" dalam hukum pidana untuk menggunakan analogi. Karena akan menimbulkan ketidakpastian hukum. Memang pada dasarnya beliau bukanlah orang yang paham hukum, namun bicaranya terlalu banyak.
02-01-2019, 13:56
Yogas wrote: Jika Hukum di negeri ini berpegang teguh kepada keadlian, AD tidak perlu mengatakan itu. Karena dasarnya sebuah Hukum memiliki Hak mutlak untuk memberikan Hukuman kepada seseorang.
21-12-2018, 14:26
Fityan wrote: Dhani mungkin menggunakan aspek perbandingan dari efek sosial yang ditimbulkan. Hukum memang tidak bisa ditawar, tapi hukum bisa dikurangi bahkan ditambah dengan melalui sederet uji yang dilakukan di persidangan. Saya kira itu.
19-12-2018, 13:25
Abdi wrote: Logika hukum yg mana? Ga ada yg mengatakan bahwa standard berat ringannya suatu kasus diukur dari banyaknya massa yg mendemo? Gampangnya bukan berarti kalau kasus itu didemo orang banyak maka itu kasus besar, kalau ga ada yg demo brarti kasus kecil.
19-12-2018, 13:23
Susilo wrote: Sebenarnya keadilan itu buta. Dia tidak melihat apakah mau didemo atau enggak kalau memang vonisnya sekian ya sekian. Tidak lebih dan tidak kurang.
19-12-2018, 13:23
Christ Gabriel wrote: Menurut saya tentang pernyataan AD yaitu pertama, AD lebih cocok untuk di dunia musisi krn dia lbh mengetahui banyak tentang dunia musik daripada politik. Kedua, biarlah Pihak Pengadilan yang memberi dan memutuskan seberapa pantas hukuman yang akan diberikan kepadanya. Krn hukum harus ditegakkan.
19-12-2018, 13:23
Azis wrote: Adanya hukum harus ditaati. Bukan untuk dilanggar atau ditawar. Sesuaikan dengan apa yang sudah dilakukan dan siapa yang melanggar. Hukum untuk semua kalangan masyarakat. Bukan memihak atau sengaja dipihakkan.
14-12-2018, 20:32
Resa Efendi wrote: Masalah ahok dan ahmad dani itu berbeda, tidak sama persis, dan ahmad dani mengatakan kalau pihak yang dirugikan sangat banyak maka hukuman lebih besar. Sekarang kita hidup di negara hukum, biar hukum yang bericara, tidak bisa langsung menarik kesimpulan hanya dengan satu peristiwa. Intinya kata kata ahmad dani tidak lah benar.
13-12-2018, 18:34
Oke brader wrote: Kalau itu emang bisa.. di pikir pasal UUD di buat pakai logika mbahnya??
11-12-2018, 10:02
Dwicky Prabowo Muljono wrote: Dia ini hanya segelintir atau jangkrik kecil. Yang tidak tahu menahu soal politik. Biarkanlah dia berkarya dengan softskill yang ia punya. Wong dunia punya kita semua. Allah aja maha pemaaf masa sesama manusia saling menerka. By cebong
11-12-2018, 09:56
putri wrote: sebenarnya ahok itu jg korban, videonya itu dipotong beberapa kata. jadi seolah olah ahok menistakan agama. utk keringanan hukum dilihat dari bentuk kesalahanya dong. mikir logika kok ga kira kira ngetara begonya.
11-12-2018, 09:35

Lihat aksi lainnya